Faktor Risiko HIV/AIDS
HIV dan AIDS dapat terjadi pada siapa saja. Beberapa perilaku atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko individu tertular penyakit menular seksual ini adalah:
- Memiliki pasangan seks lebih dari satu
- Berhubungan intim, baik melalui vagina, anus, atau mulut, tanpa mengenakan pengaman
- Menderita penyakit menular seksual, seperti sifilis, klamidia, atau gonore
- Berbagi jarum suntik pada penggunaan obat-obatan terlarang
- Menerima transfusi darah atau transplantasi organ dari pendonor yang terinfeksi HIV
- Menjalani prosedur medis dengan alat yang tidak steril
Infeksi HIV/AIDS merupakan penyakit seumur hidup. Meski belum ada metode pengobatan untuk mengatasi infeksi HIV, namun ada obat yang bisa memperlambat perkembangan penyakit ini dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita.
Salah satu obat yang harus dikonsumsi pasien HIV/AIDS adalah ARV. Obat tersebut untuk mengobati infeksi HIV dengan cara menekan replikasi virus, menurunkan jumlah virus dalam darah, memperkuat sistem kekebalan tubuh (sel CD4), dan mencegah perkembangan HIV menjadi AIDS, sehingga pasien bisa hidup lebih sehat dan panjang umur serta mengurangi risiko penularan.
Karena obat ARV dikonsumsi setiap hari seumur hidup, banyak pasien yang berhenti konsumsi obat tersebut. Padahal hal itu sangat sangat memperburuk keadaan pasien.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam sub spesialis Hematologi-Onkologi Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM mengatakan tanpa mengonsumsi ARV, semua orang yang terinfeksi HIV, lambat atau cepat akan memburuk kesehatannya dan meninggal.
Artinya manfaat ARV jelas sekali, dapat menyelamatkan nyawa, memperbaiki kualitas hidup, namun memang ada efek sampingnya, yang bisa diobati dan bisa diantisipasi,”
ujar Prof Zubairi dalam keterangannya di X @profesor zubairi, Selasa 20 Januari 2026.
Pengobatan HIV/AIDS dengan Obat Tradisional
Lebih lanjut Profesor Zubairi mengatakan mengenai obat tradisional, beras kencur, kunyit, cabe puyang, daun pepaya, jahe, semuanya memang baik untuk menjaga kesehatan dan terbukti aman setelah ratusan tahun dipakai oleh nenek moyang kita.
Tetapi posisi obat tradisional itu adalah pengobatan tambahan (suportif) bukan untuk mengobati dan membunuh virus HIV.
Artinya, ARV wajib dikonsumsi jangka panjang, boleh ditambah obat tradisional, beras kencur misalnya,”
ucapnya.
Profesor Zubairi menjelaskan prinsip ARV harus terus dilanjutkan. Buah-buahan dan sayur juga perlu setiap hari dimakan untuk menjaga kesehatan.
Buah berupa tomat, mangga, pisang, pepaya, jambu atau buah merah. Semua sama baiknya untuk kesehatan tubuh kita.
Demikian pula sayur, boleh kacang panjang, bayam, kangkung, labu siam, wortel, daun singkong atau yang lain,”
tandasnya.