Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

Senioritas Berujung Maut di TNI AU, DPR Minta Kasus Serda Ahmad Muzammil Diusut Tuntas

Seorang prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat seniornya.

Anggota Komisi I DPR RI, Tb Hasanuddin. (Sumber: IG @tbhasanuddinofficial)
Anggota Komisi I DPR RI, Tb Hasanuddin. (Sumber: IG @tbhasanuddinofficial)

Seorang prajurit TNI Angkatan Udara (AU), Serda Ahmad Muzammil Farisa meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat anggota TNI AU lainnya di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan DPR. Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta tradisi kekerasan yang dilakukan dengan dalih senioritas dihentikan dari lingkungan TNI.

Tradisi buruk berupa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior, komandan, atasan maupun senior atasan di lingkungan TNI harus segera dihilangkan,”

kata TB Hasanuddin, Selasa, 15 September 2026.

Hasanuddin menilai kekerasan yang dilakukan oleh senior, komandan, atasan maupun senior atasan tak boleh menjadi bagian dari kehidupan prajurit.

Iklan

Menurutnya, tradisi semacam itu justru merusak hubungan dan kekompakan antarprajurit.

Menurut Hasanuddin, prajurit TNI dipersiapkan untuk menjalankan tugas pertahanan dan menghadapi berbagai situasi di medan tugas.

Karena itu, selain kemampuan menjalankan komando dan perintah, prajurit membutuhkan kerja sama yang kuat.

Sebagai prajurit, seseorang dipersiapkan untuk bertempur. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menjalankan komando dan perintah, tetapi juga kerja sama yang baik antarprajurit,”

ujarnya.

Ia menyampaikan hubungan antarprajurit seharusnya dibangun dengan keakraban dan saling menghargai. Lingkungan yang dipenuhi ketegangan justru dapat membuka ruang terjadinya tindakan kekerasan.

Di lapangan diperlukan keakraban dan hubungan yang baik satu sama lain, bukan ketegangan yang justru dapat memicu tindakan kekerasan, seperti pemukulan hingga menyebabkan kematian,”

katanya.

Komandan Dipertanyakan

Hasanuddin juga menyoroti peran para komandan dalam mengawasi kondisi prajurit di bawah tanggung jawabnya. Ia meminta komandan di setiap tingkatan memahami kehidupan prajurit di lapangan.

Para komandan, baik komandan peleton maupun komandan kompi, harus memperhatikan dan memahami kehidupan prajurit di lapangan,”

jelas politikus PDIP itu.

Menurut dia, hubungan antara komandan dan bawahan harus dibangun dengan baik. Dengan demikian, tak menciptakan lingkungan yang penuh tekanan dan rawan kekerasan.

Hubungan antara komandan dan bawahan harus dibangun dengan baik sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan saling menghargai,”

kata Hasanuddin.

Untuk kasus meninggalnya Serda Ahmad Muzammil, Hasanuddin meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Ia ingin penyebab serta rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi dapat diungkap secara jelas.

TNI AU perlu melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi,”

ujar politikus PDIP itu.

Pelaku Dihukum Berat

Ia juga meminta personel yang terbukti melakukan pelanggaran atau tindak kekerasan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelaku harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera kepada yang lain,”

tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kasus itu sedang dalam proses pemeriksaan oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU).

Benar dan saat ini dalam proses pemeriksaan dari POM AU terkait hal tersebut,”

kata Nyoman, di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.