Polda Banten mengungkapkan jejak terakhir sinyal telepon rombongan jurnalis sebelum hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengungkapkan, sinyal salah satu jurnalis sempat terdeteksi tower BTS saat pencarian hari pertama di Pulau Sebesi.
Sinyal itu terdeteksi milik Daus jurnalis Anadolu. Handphone-nya terlacak di wilayah Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya sekitar Pulau Sebesi.
Nomor telepon tersebut 0811822796. Kartunya Telkomsel Kartu Halo. Handphone-nya Apple iPhone 14,”
ungkap Maruli saat jumpa pers di Pandeglang, Banten, Kamis 17 September 2026.
Menurutnya, terdapat aktivitas di handphone Daus mulai dari jejak telepon maupun percakapan lain melalui aplikasi WhatsApp terlacak di tower BTS.
Melalui telepon atau telepon WA atau SMS atau chat WA yang ter-record di tower BTS di daerah Pulau Sebesi,”
katanya.
Meski demikian, sinyal handphone dari perangkat iPhone 14 itu tidak lagi terdeteksi dan dinyatakan dalam kondisi mati hingga akhir operasi pencarian.
Artinya handphone tersebut sampai dengan hari ini dinyatakan off, tidak ada menyala,”
ujar Kabid Humas.
Operasi Pencarian Dihentikan
Adapun Tim SAR Gabungan menyatakan menghentikan operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pelaksanaan pencarian dan pertolongan ini, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini oleh pihak yang memiliki kewenangan dinyatakan dihentikan,”
ujar Gubernur Banten Andra Soni saat konferensi pers di Pandeglang, Banten.
Operasi pencarian rombongan jurnalis telah berlangsung selama tujuh hari penuh sejak Selasa 8 September 2026. Kemudian dilakukan perpanjangan selama tiga hari.
Meski begitu, Tim SAR Gabungan tidak berhasil menemukan jejak rombongan jurnalis tersebut.
Disampaikan secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,”
kata Soni.
Adapun tim gabungan menemukan 13 material maupun objek selama operasi gabungan berlangsung. Meski begitu, Soni menegaskan temuan tersebut tidak ada kaitannya dengan rombongan jurnalis yang hilang kontak.
Setelah dikonfirmasi, di-cross check, dan diteliti, dinyatakan saat ini tidak terhubung dengan Aro Padatu 1,”
ungkap Gubernur Banten.
Soni menambahkan, operasi pencarian tidak menutup kemungkinan dapat dilakukan kembali sepanjang pihaknya mendapatkan informasi tanda-tanda keberadaan korban.






