Karena itu, dia meminta warga NU tidak membiarkan organisasi digunakan untuk kepentingan segelintir pihak.
Karena NU itu tidak sesederhana itu. Dari dulu NU didirikan memang untuk membela rakyat dan membela negara,”
tegasnya.
Tujuan Awal Pendiriannya
Menurut Islah, NU tidak memiliki sejarah untuk mengkhianati kepentingan negara maupun rakyat. Oleh sebab itu, dia meminta orientasi organisasi dikembalikan kepada tujuan awal pendiriannya.
NU tidak pernah punya riwayat mengkhianati negaranya sendiri dan apalagi mengkhianati rakyat,”
ungkapnya.
Islah juga mengingatkan adanya konsekuensi bagi pihak yang menggunakan NU semata-mata demi kepentingan pribadi maupun jabatan. Dia menyebut pandangan tersebut sebagai adagium yang hidup di kalangan warga NU.
Siapapun yang hanya ingin membajak NU demi kepentingan seseorang, jabatannya seseorang, atau siapapun yang hanya ingin mengambil keuntungan dari NU, dia tidak akan lama,”
jelasnya.
Dikatakan Islah, pihak yang mengkhianati para pendiri NU pada akhirnya akan menghadapi konsekuensi dari tindakannya.
“Kalau mengkhianati para muassis. Muassis itu founding father. Dan itu terjadi. Banyak sekali yang sudah menimpa orang-orang yang memang di NU itu hanya ingin mengambil kesempatan,”
terangnya.
Karena itu, Islah menilai NU perlu kembali pada khittah dan cita-cita para pendirinya.
Ya saya kira NU harus kembalikan kepada khittah itu. Kembali menjadi kafah sesuai dengan cita-cita para pendirinya,”
pungkasnya.
Islah menempatkan seruannya tersebut sebagai pesan internal bagi NU agar organisasi tidak terseret terlalu jauh ke dalam kepentingan kekuasaan dan kelompok tertentu.