Viral di media sosial pernyataan Walikota Palembang, Ratu Dewa, saat ditanya mengenai kondisi kabut asap.
Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram @bigalphaid, Ratu Dewa ditanya mengenai kondisi dirinya di tengah kabut asap yang menyelimuti Palembang.
Namun alih-alih mengeluhkan kondisi udara, Ratu Dewa justru mengaku masih merasa baik-baik saja dan tetap menjalani aktivitas seperti biasa.
Kalau saya sebenarnya sih ya sampai sekarang tidak ya, karena saya enjoy-enjoy saja. Terus aktivitas olahraga masih rutin. Saya kira begitu, tapi banyak yang mengeluh ke saya demikian (sesak nafas),”
kata Raja dikutip dari @bigalphaid pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Melansir dari postingan @bigalphaid pernyataan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat kualitas udara Palembang memang tengah memburuk akibat kabut asap karhutla pada 5 Oktober 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena banyak warga Palembang yang mengeluhkan dampak kabut asap. Mulai dari sesak nafas, mata perih, batuk, hingga asap yang masuk ke dalam rumah.
Kualitas Udara Berbahaya
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 5 Oktober 2026, konsentrasi PM10 di Palembang mencapai 1.025 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM2.5 berada di angka 554 mikrogram per meter kubik yang artinya kualitas udara di wilayah tersebut masuk dalam kategori Sangat Berbahaya.
Situasi ini kian jadi sorotan setelah seorang pengemudi ojol bernama Hardiansyah (41), meninggal dunia usai mengalami sesak napas berat pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Hardiansyah diketahui memiliki riwayat asma. Menurut cerita istrinya, Rika Yunita Sari, kondisi sesak suaminya sempat kambuh beberapa kali dan kembali memburuk ketika kabut asap semakin pekat, Ia kemudian dibawa ke RSUD Palembang BARI, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Namun, penyebab medis kematian Hardiansyah belum dapat dipastikan secara resmi berkaitan langsung dengan paparan kabut asap.
Dihujat Warganet
Pernyataan Ratu Dewa yang mengaku tetap “enjoy” di tengah kabut asap kemudian memancing beragam reaksi dari warganet.
Sebagian dari mereka menilai pernyataan tersebut terasa berbeda dengan kondisi warga yang harus beraktivitas sambil menghadapi asap dan gangguan pernapasan.
Bapak enjoy, kami nge fly,”
tulis @adhichronique.
Tak hanya itu ada juga warganet yang berkomentar jika asap tersebut tak hanya berdampak pada orang dewasa tapi juga anak-anak dan bayi. Salah satu warganet bahkan menceritakan kondisi keponakannya yang mengalami gangguan pernapasan.
Pak, kasian ponakan aku yg masih bayi. Tdr dengan napas grok grok karna AQI nya 500, 900, bahakan 1400. Gausah bayi pak, mamanya aja sesek napas!! Kok bapak bisa enjoy aja??”
geram @shintayahyaa.
Sementara itu, ada pula warganet yang mempertanyakan apakah Ratu Dewa benar-benar sering berada di tengah kondisi udara Palembang saat kabut asap sedang pekat.
Coba dicek bapak ini, banyak didalam kotanya apa banyak liburan ke luar kotanya? Apa malah keluar negeri?”
pinta @radenmasrahmat.
Komentar lain bahkan meminta agar Ratu Dewa merasakan langsung kondisi yang dialami warga ketika kabut asap sedang tebal.
Taro dia ditengah2 kebakarannya plis siapa ajaaaaaa……,”
tulis @sulisulink.







