Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 akan mengalami perlambatan.
Melambatnya ekonomi tersebut disebabkan oleh demo yang terjadi pada akhir Agustus hingga awal September 2025 lalu.
Respons Purbaya ini menjawab laporan yang diterbitkan oleh World Bank atau Bank Dunia, yang memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 sebesar 4,8 persen.
“Mungkin triwulan III akan lambat, karena perlambatan kemarin anda lihat demo-demo itu kan, itu sebetulnya indikasi ekonomi melambat,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Kendati demikian, Purbaya meyakini ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 akan tumbuh sebesar 5,5 persen. Hal ini menurutnya, sejalan dengan pertumbuhan kredit yang tumbuh ke 11 persen.
“Sekarang kita sudah tumbuh dari 8 persen ke 11 persen naiknya. Saya harapkan di tempat lain juga seperti itu. Dan saya yakin ekonomi kita triwulan keempat tumbuhnya akan di atas 5 persen ya, prediksinya 5,5 persen,” katanya.
“Artinya saya nggak penting nggak pernah jatuh, yang penting ke depan arahnya kemana. Karena akan lihat ke depan akan naik bukan meroket,” tambahnya.
Adapun berdasarkan laporan terbaru berjudul “World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025,” pertumbuhan ekonomi Indonesia direvisi ke atas menjadi 4,8 persen pada 2025. Angka ini naik dari proyeksi pada April 2025 yang hanya 4,7 persen.

