Indonesia dan Rusia resmi menandatangani Memorandum of Cooperation untuk memperkuat kolaborasi strategis di bidang ekonomi kreatif. Kerja sama ini dilakukan antara Komite Ekonomi Kreatif Jakarta (KE JKT) dan Agency for Strategic Initiatives to Promote New Projects (ASI) dari Federasi Rusia.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Ricky Pesik, Ketua Dewan Pengawas KE JKT, dan Svetlana Chupsheva, Direktur Jenderal Agency ASI dalam ajang International Conference on Creative Economy di Saint Petersburg, Rusia.
Ricky mengatakan, melalui kerja sama ini diharapkan bisa membuka pintu bagi pelaku ekonomi kreatif Jakarta dan Rusia untuk saling belajar dan berkolaborasi.
Kerja sama ini membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan karya mereka ke pasar global. Kami percaya, pertukaran ide dan pengalaman antara Indonesia dan Rusia akan memperkaya ekosistem kreatif kedua negara,” ujar Ricky dalam keterangannya Selasa (14/10/2025).
Adapun kerja sama kedua negara ini berfokus pada pertukaran pengetahuan, inovasi, dan jejaring di sektor ekonomi kreatif.
Kolaborasi ini mencakup berbagai inisiatif strategis, mulai dari riset bersama, pengembangan strategi industri kreatif, fasilitasi investasi lintas negara, hingga pelatihan dan pertukaran pelaku industri kreatif.
Berdasarkan data UNCTAD Creative Economy Outlook 2024, nilai ekspor produk kreatif global mencapai lebih dari US$1,6 triliun, dengan Asia berkontribusi sekitar 60 persen dari total tersebut.
Angka ini menunjukkan bahwa potensi besar kolaborasi internasional, termasuk dengan Rusia yang tengah memperkuat transformasi digital dan industri kreatifnya.
Dengan kerja sama ini, KE JKT optimis akan menjadi dasar bagi pengembangan rencana kerja tahunan yang ditinjau secara berkala, dengan tujuan membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif di Asia.
