Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 2 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part II) Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terjepit di Pusaran Geopolitik
Nasional

(Part II) Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terjepit di Pusaran Geopolitik

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: April 1, 2026 6:50 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
ilustrasi kapal Pertamina.
ilustrasi kapal Pertamina (Foto: Instagram pertaminatranskontinental)
SHARE

Hostile States dan Non-Hostile States

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, bahwa Iran memang mengategorikan kapal-kapal tanker yang boleh dan tidak boleh melewati Selat Hormuz berdasarkan negara yang memusuhi (hostile states) dan non-hostile states.

Daftar isi Konten
  • Hostile States dan Non-Hostile States
  • Sikap Dingin Iran ke RI
  • BoP jadi Batu Sandungan

Negara yang bukan musuh Iran dan telah diperbolehkan melewati Selat Hormuz adalah Rusia China, Pakistan, India, Thailand, Malaysia dan belakangan Indonesia. Demikian pula Turki yang telah mendapat akses terbatas untuk melewati Selat Hormuz. Prancis Spanyol dan Itali dikabarkan sedang bernegosiasi dengan otoritas Iran. Bukannya tidak mungkin jumlah negara yang hendak bernegosiasi dengan Iran akan bertambah,”

kata Hikmahanto pada Owrite.

Menurutnya, ada tiga negara yang dikatagorikan oleh Iran sebagai musuh yang tidak mendapat akses melewati Selat Hormuz yaitu AS, Israel dan Inggris. 

(Part I) Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terjepit di Pusaran Geopolitik

Lebih jauh, tindakan Iran ini akan membuat Trump kesal mengingat Iran bisa menentukan siapa teman dan siapa musuh. Padahal, Trump mengharapkan negara-negara sekutunya di NATO dan Jepang serta Korea Selatan untuk membantu AS membuka Selat Hormuz meski mendapat respons yang negatif.

Untuk menanggapi strategi Iran, bukannya tidak mungkin Trump juga akan mengkualifikasi negara-negara yang menjadi teman dan musuh AS. Repotnya bila negara yang dianggap teman oleh Iran akan dianggap musuh oleh AS. Dalam konteks ini, Indonesia berada dalam posisi yang dilematis,” 

ujarnya.

Di satu sisi Indonesia menginginkan kapal tankernya diperbolehkan melewati Selat Hormuz oleh Iran demi kepentingan nasionalnya. Namun di sisi lain memiliki potensi dianggap negara musuh oleh AS.

Sikap Dingin Iran ke RI

Krisis Selat Hormuz 2026 menjadi studi kasus definitif mengenai kerentanan kekuatan menengah yang terjebak dalam “penjara emas” (gilded cage) dependensi geoekonomi.

Tertahannya kapal VLCC Pertamina Pride dan PIS Gamsunoro bukan sekadar efek samping dari instabilitas regional, tapi sinyal diplomatik kalkulatif dari Teheran yang mengekspresikan ketidakpuasan mendalam atas pergeseran arah strategis Indonesia. 

Meskipun RI berupaya mempertahankan doktrin “Bebas Aktif”, realitas geopolitik tahun 2026 menunjukkan adanya celah lebar antara retorika kedaulatan dengan implementasi kebijakan di lapangan.

Akar dari sikap dingin Iran terhadap Indonesia, terutama jika dibandingkan dengan izin kilat yang diberikan kepada Malaysia, terletak pada persepsi mengenai kurangnya solidaritas resiprokal. 

Teheran memandang sejumlah tindakan Indonesia sebagai bukti nyata bahwa RI telah memprioritaskan keselarasan geopolitik dan geoekonomi dengan Washington daripada mitra tradisionalnya di Global South.

BoP jadi Batu Sandungan

Hal ini mencakup sengketa hukum dan rencana lelang MT Arman 114, eksklusi militer Iran dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 akibat tekanan Amerika Serikat, hingga keterlibatan aktif Jakarta dalam Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump. 

Persepsi tersebut kian diperkuat oleh keterlambatan empat hari Presiden Prabowo dalam menyampaikan belasungkawa resmi atas kematian Ali Khamenei, sebuah sikap yang sangat kontras dengan kecaman keras dan cepat dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Pada akhirnya, penyelesaian kebuntuan tanker ini mengharuskan Indonesia menggunakan Malaysia sebagai “jembatan” diplomatik. Fenomena ini membuktikan bahwa posisi Malaysia yang lebih independen dan vokal terhadap intervensi militer Barat memberikan mereka “kredit diplomatik” yang belum dimiliki Jakarta. 

Bagi Indonesia, sebagai negara net-importir minyak, biaya dari sikap netralitas yang terkompromi ini tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga fiskal, mengingat lonjakan harga minyak dunia telah memberikan tekanan luar biasa pada stabilitas APBN dan subsidi energi nasional.

Tag:Amerika SerikatEditorialiranIsraelKapal TankerpertaminaprabowoPresidenSelat HormuzSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
2
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
3
Rupiah Anjlok ke Level Rp17.892 per Dolar AS Imbas Iran Keluar Meja Perundingan Damai
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
4
Bahan Baku Ngamuk: Omzet Nasi Uduk ‘Bocor’ 50 Persen, Sambal Gratis Jadi Korban
By Iren Natania
Warga membeli buah di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
Nasional

Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah

Perdebatan mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kini melebar, dari…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (tengah) memasuki ruangan saat akan menjalani sidang pledoi (nota pembelaan) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Nasional

Bacakan Pledoi, Sidang Nadiem Makarim Mendadak ‘Byar Pet’ Gegara Mati Listrik

Sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam kasus korupsi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
2 jam lalu
Gaji dosen di ASEAN
Nasional

Kalah dari Filipina hingga Vietnam, Gaji Dosen Indonesia Bikin Kaget

Di tengah peran strategisnya sebagai pencetak sumber daya manusia yang unggul, isu…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
3 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto mengikuti sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.
Nasional

Dikritik Terlalu Sering ke Luar Negeri, Teddy Klaim Deretan Hasil Diplomasi Prabowo 

Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Teddy Indra Wijaya membeberkan sejumlah capaian yang diraih…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep Malik
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up