Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part II) Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terjepit di Pusaran Geopolitik
Nasional

(Part II) Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terjepit di Pusaran Geopolitik

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 1, 2026 6:50 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
4 bulan lalu
Share
ilustrasi kapal Pertamina.
ilustrasi kapal Pertamina (Foto: Instagram pertaminatranskontinental)
SHARE

Hostile States dan Non-Hostile States

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, bahwa Iran memang mengategorikan kapal-kapal tanker yang boleh dan tidak boleh melewati Selat Hormuz berdasarkan negara yang memusuhi (hostile states) dan non-hostile states.

Daftar isi Konten
  • Hostile States dan Non-Hostile States
  • Sikap Dingin Iran ke RI
  • BoP jadi Batu Sandungan

Negara yang bukan musuh Iran dan telah diperbolehkan melewati Selat Hormuz adalah Rusia China, Pakistan, India, Thailand, Malaysia dan belakangan Indonesia. Demikian pula Turki yang telah mendapat akses terbatas untuk melewati Selat Hormuz. Prancis Spanyol dan Itali dikabarkan sedang bernegosiasi dengan otoritas Iran. Bukannya tidak mungkin jumlah negara yang hendak bernegosiasi dengan Iran akan bertambah,”

kata Hikmahanto pada Owrite.

Menurutnya, ada tiga negara yang dikatagorikan oleh Iran sebagai musuh yang tidak mendapat akses melewati Selat Hormuz yaitu AS, Israel dan Inggris. 

(Part I) Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terjepit di Pusaran Geopolitik

Lebih jauh, tindakan Iran ini akan membuat Trump kesal mengingat Iran bisa menentukan siapa teman dan siapa musuh. Padahal, Trump mengharapkan negara-negara sekutunya di NATO dan Jepang serta Korea Selatan untuk membantu AS membuka Selat Hormuz meski mendapat respons yang negatif.

Untuk menanggapi strategi Iran, bukannya tidak mungkin Trump juga akan mengkualifikasi negara-negara yang menjadi teman dan musuh AS. Repotnya bila negara yang dianggap teman oleh Iran akan dianggap musuh oleh AS. Dalam konteks ini, Indonesia berada dalam posisi yang dilematis,” 

ujarnya.

Di satu sisi Indonesia menginginkan kapal tankernya diperbolehkan melewati Selat Hormuz oleh Iran demi kepentingan nasionalnya. Namun di sisi lain memiliki potensi dianggap negara musuh oleh AS.

Sikap Dingin Iran ke RI

Krisis Selat Hormuz 2026 menjadi studi kasus definitif mengenai kerentanan kekuatan menengah yang terjebak dalam “penjara emas” (gilded cage) dependensi geoekonomi.

Tertahannya kapal VLCC Pertamina Pride dan PIS Gamsunoro bukan sekadar efek samping dari instabilitas regional, tapi sinyal diplomatik kalkulatif dari Teheran yang mengekspresikan ketidakpuasan mendalam atas pergeseran arah strategis Indonesia. 

Meskipun RI berupaya mempertahankan doktrin “Bebas Aktif”, realitas geopolitik tahun 2026 menunjukkan adanya celah lebar antara retorika kedaulatan dengan implementasi kebijakan di lapangan.

Akar dari sikap dingin Iran terhadap Indonesia, terutama jika dibandingkan dengan izin kilat yang diberikan kepada Malaysia, terletak pada persepsi mengenai kurangnya solidaritas resiprokal. 

Teheran memandang sejumlah tindakan Indonesia sebagai bukti nyata bahwa RI telah memprioritaskan keselarasan geopolitik dan geoekonomi dengan Washington daripada mitra tradisionalnya di Global South.

BoP jadi Batu Sandungan

Hal ini mencakup sengketa hukum dan rencana lelang MT Arman 114, eksklusi militer Iran dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 akibat tekanan Amerika Serikat, hingga keterlibatan aktif Jakarta dalam Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump. 

Persepsi tersebut kian diperkuat oleh keterlambatan empat hari Presiden Prabowo dalam menyampaikan belasungkawa resmi atas kematian Ali Khamenei, sebuah sikap yang sangat kontras dengan kecaman keras dan cepat dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Pada akhirnya, penyelesaian kebuntuan tanker ini mengharuskan Indonesia menggunakan Malaysia sebagai “jembatan” diplomatik. Fenomena ini membuktikan bahwa posisi Malaysia yang lebih independen dan vokal terhadap intervensi militer Barat memberikan mereka “kredit diplomatik” yang belum dimiliki Jakarta. 

Bagi Indonesia, sebagai negara net-importir minyak, biaya dari sikap netralitas yang terkompromi ini tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga fiskal, mengingat lonjakan harga minyak dunia telah memberikan tekanan luar biasa pada stabilitas APBN dan subsidi energi nasional.

Tag:Amerika SerikatEditorialiranIsraelKapal TankerpertaminaprabowoPresidenSelat HormuzSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Presiden RI Prabowo Subianto
Nasional

Hasil Survei PISA Rendah, Prabowo Sedih Kualitas Pendidikan RI Terbelakang

Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin terhadap capaian pendidikan Indonesia yang masih tertinggal…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 jam lalu
Seorang dokter membaewa stetoskop.
Nasional

Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
8 jam lalu
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir ke Prabowo. (Sumber: BPMI)
Nasional

Prabowo Dapat Kabar PLTN dari BRIN, RI Ternyata Punya 89 Ribu Ton Uranium

Presiden Prabowo Subianto menerima paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
9 jam lalu
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah
Nasional

DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN Terancam Tersendat

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up