Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 6 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Purbaya Sindir Kinerja Penyaluran Kredit
Ekonomi Bisnis

Purbaya Sindir Kinerja Penyaluran Kredit

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: November 20, 2025 11:16 pm
Anisa Aulia
Ivan
Share
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Foto: OWRITE/Anisa Aulia
SHARE

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung kinerja penyaluran kredit PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) atas dana penempatan pemerintah sebesar Rp25 triliun.

Hal ini sebagai respons permintaan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu untuk mendapat tambahan dana penempatan pemerintah.

Purbaya mengatakan, belum mendapat surat permohonan resmi dari BTN atas permintaan tersebut. Dia menilai, serapan dana sebelumnya juga belum maksimal.

Dari Rp55 triliun pertama, penyerapannya di Mandiri sudah 100 persen disalurkan, BRI 100 persen, BNI 68 persen, BTN baru 41 persen, kenapa mereka minta lagi ya? Aneh juga,”

Purbaya dalam APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

“Ya sudah titip ya BTN, ya, bilang kalau suratnya sudah jadi nanti kita kasih,”

Purbaya.

Purbaya menjelaskan, tambahan penempatan dana pemerintah hanya bisa diputuskan setelah surat permohonan BTN diterima, serta dilakukan penilaian terhadap kualitas penyaluran sebelumnya.

Di samping itu, terdapat sejumlah pertimbangan sebelum menempatkan dana. Hal ini diantaranya kondisi likuiditas perbankan, serta kebutuhan menjaga transmisi suku bunga kredit ke masyarakat.

Kita lihat dulu pertumbuhan uang primer, M0, base money itu di Oktober turun sedikit ke 7,7 persen dibandingkan September akhir yang 13,3 persen, jadi kita pikir ini mesti didorong ke atas lagi likuiditas di sistem,”

Purbaya.

Sebagai informasi, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan pihaknya sedang menyiapkan surat permohonan tambahan penempatan dana pemerintah. Dana tambahan yang diinginkan perseroan ada di kisaran Rp5-Rp10 triliun.

Kami lagi ingin mengajukan surat, tetapi belum tahu disetujui atau tidak disetujui, namanya usaha kan boleh saja, ya,”

Nixon.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan bahwa pemerintah menambah dana penempatan ke sejumlah bank pemerintah dan satu bank daerah sejak 10 November 2025. Tambahan dana itu sebesar Rp76 triliun.

Sehingga sektor riilnya juga bergerak, di mana kredit yang disalurkan oleh sektor keuangan, sektor perbankan itu bisa lebih cepat, didukung dengan cost of fund yang lebih rendah,”

Febrio dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI, Senin (17/11/2025).

Adapun tambahan dana penempatan pemerintah sebesar Rp76 triliun diberikan untuk Bank Mandiri sebesar Rp25 triliun, Bank BRI Rp25 triliun, dan BNI senilai Rp25 triliun. Sedangkan satu bank daerah itu adalah Bank Pemerintah Daerah (BPD) Jakarta sebesar Rp1 triliun.

Febrio melanjutkan, hingga 22 Oktober dari penempatan dana Rp200 triliun, realisasi penyaluran kredit sudah mencapai 84 persen atau Rp167,6 triliun.

Mereka sudah menggunakan 84 persen dari Rp200 tersebut, ini laporan per 22 Oktober,”

Febrio.

Bila dirinci, realisasi penyaluran kredit Bank Mandiri sebesar Rp55 triliun alias sudah 100 persen, Bank BRI realisasi Rp55 triliun atau 100 persen. Kemudian BNI 68 persen atau Rp37,4 triliun, BTN sebesar Rp10,3 triliun atau 41 persen, dan BSI Rp9,9 triliun atau 99 persen.

Tag:BTNPenyaluran KreditPurbaya
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Menteri Pariwisata Dapet Rapor Merah dari DPR

Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Sudibyo memberi rapor merah terhadap kinerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana. Penilaian yang hanya mendapat angka 50 itu disampaikan menyusul kebijakan pariwisata yang…

By
Iren Natania
Ivan
4 Min Read
Uang total Rp1,5 miliar yang diamankan dari OTT Kepala KPP Madya Banjarmasin kasus korupsi restitusi PPN PT BKB
Hukum

Kepala KPP Madya Banjarmasin Jadi Tersangka Korupsi Restitusi Pajak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Mulyono (MLY) sebagai tersangka kasus korupsi restitusi pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp48 miliar dari PT Buana Karya Bhakti…

By
Rahmat
Ivan
3 Min Read
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menerima pengurus MUI
Nasional

Kapolri Terima Audiensi MUI, Bahas Tim Tanggap Bencana

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melebarkan fungsi dan tugasnya dengan menggandeng pihak Kepolisian Republik Indonesia, dimana nantinya anggota MUI akan dilatih menjadi personel yang siap dalam menghadapi bencana melalui Muslim…

By
Rahmat
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Blak-blakan, Juda Agung Akui Mundur dari Kursi BI Gegara Diminta Jadi Wamenkeu

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan, alasan mundurnya dia sebagai Deputi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
11 jam lalu
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru, Ini Arahan Prabowo ke Juda Agung

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan, arahan dari Presiden Prabowo Subianto…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
12 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekonomi Bisnis

Purbaya Mau Ambil Alih PNM dari Danantara, Buat Apa Ya?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana, mengambil alih salah satu lembaga keuangan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
12 jam lalu
Ilustrasi seorang anak dan ibu di Indonesia. (Sumber: Unsplash/Farel Yesha)
Ekonomi Bisnis

BPS: Jumlah Penduduk Miskin RI Capai 23,36 Juta, Kriteria Pengeluaran Rp641.443 per Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan, garis kemiskinan nasional sebesar Rp641.443 per orang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up