Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan, pasokan dan distribusi pangan jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam kondisi aman dan terkendali. Namun, pemerintah mewaspadai kondisi cuaca di akhir tahun ini.
Budi mengatakan, kondisi cuaca pada akhir tahun seringkali dalam kondisi ekstrem. Sehingga pemerintah akan melakukan antisipasi agar ketersediaan dan distribusi pangan tidak terganggu.
Dari pemerintah daerah, dari asosiasi, maupun juga dari produsen disampaikan bahwa persiapan untuk Nataru ini relatif aman, karena pasokan dan distribusi terkendali dengan baik. Nah, yang perlu kita antisipasi tadi disampaikan bahwa faktor cuaca ya,”
ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin, 8 Desember 2025.
Budi mengungkap, kebutuhan pangan baik dari sisi harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP) masih relatif normal. Untuk pasokan telur ayam dan daging ayam jelang Nataru katanya, berada dalam kondisi surplus.
Namun juga perlu diantisipasi untuk produk-produk hortikultura tadi, ya walaupun tadi disampaikan dari asosiasi pasokan ada, ya produksi ada, cuman antisipasi. Kalau nanti misalnya cuaca hujan, dan sebagainya jangan sampai waktu memanennya mengalami kesulitan,”
kata Budi.
Harga Cabai dan Bawang Naik Karena Hujan
Di samping itu, Budi juga turut menanggapi kenaikan harga cabai hingga bawang merah di Desember ini. Kenaikan cabai itu jelas Budi, bukan karena masalah ketersediaan, namun disebabkan oleh gangguan cuaca.
Cabai juga disampaikan cabai itu tidak kekurangan produksi, cuman kemarin karena cuacanya tidak bagus memanennya aja, memanennya kan tidak bisa setiap saat karena hujan. Jadi makanya tadi dicari solusinya bagaimana supaya ya bisa lebih efisien cara memanennya,”
jelasnya.
Budi menjelaskan, harga rata-rata nasional bawang merah sebesar Rp47.600 per kilogram (kg) atau di atas harga acuan Rp41.600. Dia menyebut, komoditas bawang merah saat ini ada dalam kondisi surplus.
Nah yang perlu diantisipasi justru sekarang apa namanya distribusinya ya, distribusinya karena ya cuaca aja itu untuk bawang merah,”
imbuhnya.
Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) harga bawang merah pada Desember mencapai Rp100.000 per kg. Tercatat harga tertinggi berada di Papua yakni di Kabupaten Lanny jaya, kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Pegunungan Bintang.
Lalu, harga cabai merah tertinggi ada di Kabupaten Nduga sebesar Rp200.000 per kg, Kabupaten Nias sebesar Rp178.800 per kg, dan Kabupaten Mappi Rp158.500 per kg.
Kemudian kenaikan harga cabai rawit tertinggi ada di Kabupaten Nduga sebesar Rp200.000 per kg, Kabupaten Paniai Rp176.000 per kg, serta Kabupaten Intan Jaya sebesar Rp170.000 per kg.
