Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta, maskapai penerbangan memberikan tarif khusus atau diskon kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Diskon khusus ini diberikan selama masa pemulihan bencana.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa mengimbau agar maskapai penerbangan menjaga tarif pesawat tetap wajar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kami juga mendorong agar maskapai dapat menjaga tarif tetap wajar sesuai ketentuan yang berlaku, serta apabila dimungkinkan memberikan tarif khusus atau diskon kemanusiaan selama masa pemulihan bencana,”
ujar Lukman dalam keterangannya Selasa, 9 Desember 2025.
Selain itu, Lukman meminta kepada seluruh Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal, agar dapat melakukan penambahan kapasitas layanan. Hal ini dilakukan melalui pembukaan rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan pada sejumlah rute penting di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Secara khusus, peningkatan kapasitas di wilayah Aceh sangat diperlukan pada rute-rute tujuan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu,”
jelasnya.
Di sisi lain, Lukman menuturkan pihaknya membuka ruang bagi maskapai untuk menyampaikan tanggapan dan pengajuan penambahan kapasitas penerbangan tersebut sesuai regulasi. Dalam hal ini dengan tetap mempertimbangkan kesiapan armada dan sumber daya manusia yang tersedia.
Ditjen Hubud berkomitmen untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan selama masa tanggap darurat, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi kelancaran operasional penerbangan di wilayah terdampak,”
imbuhnya.
Mengutip data dari sejumlah maskapai, per Selasa 9 Desember 2025 tarif tiket pesawat untuk jurusan Medan dari Jakarta Nonstop paling murah ada di kisaran Rp1.211.648 untuk maskapai Super Air Jet. Sementara, untuk tarif termahal mencapai Rp2.016.160 untuk maskapai Garuda Indonesia.


