Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang

dusep-malik
Last updated: Maret 22, 2026 9:35 am
Dusep - Redaktur
Share
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
SHARE

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah eskalasi konflik AS-Israel vs Iran. Pada Jumat, harga minyak menembus level psikologis US$112 per barel setelah Irak menetapkan kondisi force majeure dan serangan drone menghantam fasilitas energi di Kuwait.

Daftar isi Konten
  • Harga Minyak Bisa Melonjak US$180 Per Barel Akhir April
  • 1-3 Bulan ke Depan Citigroup Prediksi Harga Minyak US$150 Per Barel

Dikutip dari CNBC, minyak mentah Brent sebagai acuan global ditutup naik 3,26 persen ke level US$112,19 per barel. Sementara minyak mentah AS (WTI) turut menguat 2,27 persen menjadi US$98,32 per barel.

Lonjakan harga minyak tersebut dipicu gangguan serius pasokan global, dimana Pemerintah Irak dilaporkan tidak mampu mengekspor minyak melalui Selat Hormuz akibat meningkatnya serangan Iran di jalur strategis tersebut. Dampaknya, lalu lintas kapal tanker anjlok drastis.

Selain itu, tekanan semakin besar setelah dua kilang utama di Kuwait yaitu Mina Al-Ahmadi dan Mina Abdullah dihantam serangan drone. Insiden tersebut memicu kebakaran dan memaksa penghentian sebagian operasional sebagai langkah pengamanan.

Harga Minyak Bisa Melonjak US$180 Per Barel Akhir April

Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)

Di tengah situasi tersebut, kekhawatiran pasar semakin meningkat. Pejabat energi Arab Saudi bahkan memperingatkan harga minyak bisa melonjak hingga di atas US$180 per barel jika gangguan pasokan terus berlangsung hingga akhir April.

Pemerintah Amerika Serikat berupaya meredam gejolak pasar. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, membuka peluang pencabutan sanksi terhadap sekitar 140 juta barel minyak Iran yang saat ini tertahan di kapal tanker.

Langkah tersebut dinilai dapat menahan lonjakan harga dalam jangka pendek, sekitar 10 hingga 14 hari ke depan.

Di sisi lain, Israel menyatakan turut membantu upaya pembukaan kembali Selat Hormuz bersama AS. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim konflik dapat berakhir lebih cepat dari perkiraan, meskipun situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian.

1-3 Bulan ke Depan Citigroup Prediksi Harga Minyak US$150 Per Barel

Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)
Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)

Lembaga keuangan global Citigroup melihat konflik ini telah memicu lonjakan tajam harga energi. Citi pun menaikkan proyeksi harga minyak dalam jangka pendek, dengan estimasi Brent dan WTI bisa mencapai US$120 per barel dalam 1–3 bulan ke depan.

Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak berpotensi menembus US$150 per barel jika gangguan pasokan semakin meluas.

Meski demikian, Citi tetap memperkirakan adanya peluang deeskalasi dalam 4–6 minggu ke depan. Jika itu terjadi, harga minyak diprediksi bisa kembali turun ke kisaran US$70–US$80 per barel pada akhir tahun.

Tag:AS-Israel vs IranBrentDroneHarga MinyakSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Asprilla Dwi Adha/hma)
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,61% Tapi Rupiah Ambruk, Investor Mulai Tak Percaya Pemerintah?

Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. Namun, pertumbuhan ini tidak sejalan dengan kondisi nilai tukar rupiah yang tertekan hingga ke level Rp17.400 per dolar AS. Direktur Ekonomi…

By
Anisa Aulia
Dusep
5 Min Read
Pertandingan leg kedua semifinal UCL antara PSG melawan Bayern Munchen
Olahraga

Gol Dembele Jadi Penentu, PSG Singkirkan Bayern Munchen di UCL

Paris Saint-Germain memastikan langkah ke final Liga Champions UEFA usai bermain imbang 1-1 melawan Bayern Munchen pada leg kedua semifinal di Allianz Arena, Kamis, 7 Mei 2026 dini hari WIB.…

By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
2 Min Read
Sefruit

Hidden Gem Date di Jakarta, No 3 Cocok Buat yang Mau Quality Time

Bosan date di cafe atau mall itu-itu lagi? Jakarta punya banyak hidden gem spot date yang lebih tenang, unik, dan gak template. Dari hutan mangrove sampai taman artsy, ini empat…

By
Salsabillah Irwanda
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Gedung Perkantoran di SCBD Jakarta. (Sumber: Unsplash/Bayu Syaits)
Ekonomi Bisnis

Pasar Properti Jakarta Bangkit, Tingkat Hunian Kantor Tembus 76 Persen

Riset CBRE Indonesia mengungkapkan, pasar properti di Jakarta menunjukkan pemulihan yang semakin…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
10 jam lalu
Joint Declaration of Intent (JDI) oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley di Kantor Bappenas, Jakarta. (Sumber: Humas Bappenas)
Ekonomi Bisnis

RI Gandeng Airbus, Industri Dirgantara Didorong Tembus Pasar Global

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas resmi bekerja sama dengan Airbus memperkuat ekosistem…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
11 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Aktifkan Bond Stabilization Fund Buat Selamatkan Rupiah, Efektifkah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengaktifkan dana stabilisasi obligasi atau Bond…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
15 jam lalu
Kendaraan road train PT Sanggar Sarana Baja (SSB). (Sumber: Dok. SSB)
Ekonomi Bisnis

Produk Lokal “Naik Kelas”, Road Train SSB Kuasai Pasar Tambang Internasional

Inovasi kendaraan tambang buatan dalam negeri kembali mencuri perhatian global. PT Sanggar…

dusep-malik
By
Dusep
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up