Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada November 2025 menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional meningkat dan berada pada level optimis. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 124,0, atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 121,2.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, optimisme ini didorong oleh persepsi positif konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun enam bulan mendatang. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) berada di level 111,5 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat di level 136,6.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, responden dengan pengeluaran lebih dari Rp5 juta per bulan mencatat IKK tertinggi sebesar 130,6. Optimisme juga terlihat pada responden usia muda 20–30 tahun yang menilai kondisi ekonomi membaik. Lalu secara spasial, IKK mengalami peningkatan di mayoritas kota, terutama di Manado, Mataram, dan Medan.
Peningkatan IKE bersumber dari kenaikan seluruh komponen pembentuknya yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang tercatat masing-masing sebesar 121,5, 109,4, dan 103,7, lebih tinggi dari bulan sebelumnya,”
jelas Ramdan dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu 10 Desember 2025.
Kemudian, kondisi penghasilan saat ini juga tercatat meningkat di sebagian besar kelompok masyarakat, kecuali untuk pengeluaran Rp3,1-Rp4 juta yang mengalami penurunan indeks menjadi sebesar 109,5. Ramdan menjelaskan, peningkatan dengan indeks tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun dengan indeks sebesar 125,9.
Untuk ekspektasi ke depan, konsumen melihat kondisi ekonomi enam bulan kedepan diperkirakan meningkat. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) November 2025 berada di 136,6, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 133,4. Ekspektasi penghasilan tercatat 140,6, ekspektasi kegiatan usaha 133,8, dan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 135,3.
Secara spasial, mayoritas kota yang disurvei mengalami peningkatan IEK dengan kenaikan tertinggi di Manado, Medan, dan Bandar Lampung,”
jelas Ramdan.
Sementara, persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan mengalami peningkatan pada seluruh kelompok pengeluaran dengan indeks tertinggi pada kelompok diatas Rp5 juta dengan indeks mencapai 143,9.
Dari sisi konsumsi, BI mencatat proporsi pendapatan untuk konsumsi pada November 2025 sebesar 74,6 persen, sedikit turun dibanding bulan sebelumnya 74,7 persen. Sebaliknya, proporsi pembayaran cicilan meningkat menjadi 11 persen, sementara rasio tabungan naik di 14,4 persen. Hal ini menunjukkan konsumen masih berhati-hati dalam mengalokasikan pendapatan.
Secara keseluruhan, hasil survei menegaskan bahwa keyakinan konsumen tetap kuat. Dengan optimisme pada penghasilan dan kegiatan usaha yang terjaga, BI menilai prospek ekonomi nasional masih solid, terutama bila ditopang dengan kebijakan fiskal dan moneter yang konsisten.


