Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan ada sebanyak 141.000 debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Sisa utang atau baki mencapai Rp7,8 triliun.
Airlangga mengatakan, total debitur KUR di tiga provinsi tersebut sebanyak 996.000. Dari total itu sebanyak 141.000 debitur terdampak bencana banjir dan longsor.
Dari 996.000 debitur KUR di tiga provinsi, diperkirakan 141.000 dengan baki debet kira-kira Rp7,8 triliun itu diprediksikan terdampak,”
ujar Airlangga di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 12 Desember 2025.
Airlangga menuturkan, total debitur KUR di sektor pertanian yang terdampak bencana mencapai 63.000, dengan sisa utang sebesar Rp3,57 triliun.
Nah tentu mengenai angka dan teknis kebijakan sedang disiapkan, dalam beberapa hari ke depan, pemerintah akan mengumumkan kebijakan ekonomi khusus untuk pemulihan bencana ini,”
katanya.
Paket Kebijakan Ekonomi Khusus
Airlangga melanjutkan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan paket kebijakan khusus untuk masyarakat terdampak bencana Sumatera. Hal ini mencakup restrukturisasi, percepatan pemulihan daerah bencana, hingga opsi pelunasan kewajiban bagi debitur KUR tertentu.
Pemerintah sedang menyiapkan paket kebijakan khusus untuk beban daripada debitur KUR dalam kondisi force majeure, mulai dari restrukturisasi, percepatan pemulihan daerah bencana dengan penyaluran KUR baru di tahun 2026. Kemudian opsi pelunasan kewajiban untuk bagi debitur KUR tertentu,”
imbuhnya.
Sementara dalam kesempatan terpisah, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menghapus utang KUR petani terdampak bencana Sumatera.
Airlangga menuturkan, skema pendanaan akan dihitung melalui total subsidi bunga yang selama ini sudah dialokasikan.
Enggak (pakai APBN). APBN nanti kita lihat kan kita punya total subsidi bunga. Kan dihitung nanti dari situ berapa, dan ini kan sifatnya jangka panjang program setahun ke depan, tahun kedua, dan sebagainya,”
ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2025.
Sebelumnya, Prabowo dalam kunjungannya ke Jembatan Bailey di Teupin Mane, Aceh mengatakan bahwa pemerintah akan menghapus utang KUR bagi petani.
Prabowo meminta para petani tidak perlu khawatir karena terbebani utang di tengah bencana, sebab kondisi ini termasuk kategori dalam keadaan memaksa atau force majeure. Hal ini disampaikan Prabowo usai meninjau pembangunan Jembatan Bailey di Teupin Mane, Aceh.
Utang-utang gugur karena ini kejadian luar biasa ya. Utang akan dihapus. Ini bukan kelalaian, tapi force majeure,”
ujar Prabowo dikutip Senin, 8 Desember 2025.


