Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Cukai Rokok Tak Naik di 2026, Dilema Negara Jaga Industri vs Kehilangan Penerimaan
Ekonomi Bisnis

Cukai Rokok Tak Naik di 2026, Dilema Negara Jaga Industri vs Kehilangan Penerimaan

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Desember 16, 2025 2:53 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
8 bulan lalu
Share
Ilustrasi rokok.
Ilustrasi Rokok. (Sumber: Unsplash/Uitbundig)
SHARE

Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2026. Keputusan ini diambil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjaga industri tembakau dari meningkatnya peredaran rokok ilegal, hingga menjaga daya beli masyarakat.

Daftar isi Konten
  • Penerimaan Negara Kehilangan Potensi Tambahan
  • Strategi Jaga Penerimaan Negara
  • Risiko PHK Tertahan Karena Tarif CHT Tak Naik
  • Industri Bisa Bernapas CHT Tidak Naik

Hal ini disampaikan Purbaya di Kantor Pusat Bea Cukai pada 13 Oktober 2025. Kala itu ia mengatakan, pemerintah batal menaikkan tarif CHT, dan Harga Jual Eceran (HJE) rokok juga dipastikan tidak akan ikut naik.

Belum ada kebijakan seperti itu, saya nggak tahu. Harga sih nggak usah, kalau nggak kan tipu-tipu,”

ujar Purbaya dikutip Selasa 16 Desember 2025.

Penerimaan Negara Kehilangan Potensi Tambahan

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman menilai batalnya kenaikan cukai rokok ini akan membuat negara kehilangan potensi penerimaan tambahan.

Tidak dinaikkannya cukai rokok tahun depan membuat penerimaan negara kehilangan potensi tambahan yang selama ini relatif stabil,”

ujar Rizal kepada owrite.

Rizal mengatakan, tanpa penyesuaian tarif CHT, penerimaan cukai akan sangat bergantung pada volume penjualan. Akan tetapi, daya beli kini belum sepenuhnya pulih, justru berisiko stagnan atau turun secara riil.

Sehingga ruang fiskal pemerintah menjadi lebih terbatas dan kurang elastis dalam merespons kebutuhan belanja,”

katanya.

Dari sisi makroekonomi kata Rizal, kebijakan tak menaikan CHT membantu menahan tekanan inflasi harga yang diatur pemerintah, dan memberi ruang bagi stabilitas daya beli jangka pendek.

Meski demikian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi tetap terbatas. Karena konsumsi rokok memiliki efek pengganda rendah serta tidak mendorong peningkatan nilai tambah maupun investasi produktif di sektor-sektor strategis.

Strategi Jaga Penerimaan Negara

Rizal menyampaikan, untuk menjaga penerimaan negara, pemerintah perlu mengandalkan strategi lain seperti memberantas rokok ilegal, optimalisasi pajak konsumsi dan pajak digital, serta peningkatan kualitas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Tanpa langkah kompensatif tersebut, peningkatan volume konsumsi rokok akibat harga yang tertahan justru berisiko memperlebar kesenjangan antara biaya sosial dan manfaat fiskal,”

katanya.

Menurutnya, meskipun menahan kenaikan tarif CHT bisa mendorong pasar rokok secara volume dan menjaga stabilitas jangka pendek. Namun, kebijakan ini bukan solusi struktural bagi pertumbuhan ekonomi maupun keberlanjutan penerimaan negara.

Reformasi penerimaan dan pengalihan sumber pertumbuhan ke sektor yang lebih produktif tetap menjadi kunci menjaga kesehatan fiskal dalam jangka menengah dan panjang,”

katanya.

Risiko PHK Tertahan Karena Tarif CHT Tak Naik

Lanjut Rizal, tak dinaikkannya tarif CHT akan menahan risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), khususnya di sektor padat karya alih-alih menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam aspek ketenagakerjaan, tidak naiknya cukai lebih berfungsi menahan risiko pemutusan hubungan kerja, khususnya di segmen padat karya, daripada menciptakan lapangan kerja baru. Peningkatan volume pasar rokok lebih banyak dimanfaatkan untuk menjaga utilisasi produksi, bukan ekspansi kapasitas,”

imbuhnya.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa kontribusi CHT terhadap total pendapatan negara hanya berkisar di angka 9 persen. Sehingga secara proporsional kontribusinya relatif kecil dibandingkan pos penerimaan utama yakni PPN dan PPh.

Artinya, dampak langsung ke APBN memang ada, tetapi tidak se-signifikan yang sering dikhawatirkan. Hal yang menjadi kunci justru bukan pada cukai rokok itu sendiri, melainkan pada kemampuan pemerintah menjaga dan memulihkan penerimaan dari pos-pos utama lainnya,”

ujar Yusuf saat dihubungi owrite.

Sedangkan dari sisi penciptaan lapangan kerja, Yusuf mengatakan tidak naiknya cukai rokok belum tentu otomatis menciptakan tambahan tenaga kerja.

Dampaknya sangat tergantung pada respons permintaan. Jika harga rokok yang lebih stabil mendorong konsumsi, maka produksi bisa meningkat dan berpotensi menjaga atau menambah lapangan kerja,”

katanya.

Ia menilai, ada persoalan struktural yang tidak bisa diabaikan, yakni maraknya rokok ilegal. Menurutnya, peredaran rokok ilegal justru menggerus kinerja industri resmi, menekan penerimaan negara, sehingga pada akhirnya menghambat kemampuan industri tembakau dalam menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.

Industri Bisa Bernapas CHT Tidak Naik

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Benny Wahyudi mengaku senang tarif CHT batal dinaikkan oleh pemerintah. Sehingga katanya, memberikan sedikit kelonggaran bagi industri yang sudah sangat tertekan.

Dengan tidak ada kenaikan tersebut akan memberikan sedikit kelonggaran bagi industri yang sudah sangat tertekan dengan kebijakan cukai selama ini,”

ujar Benny kepada owrite.

Benny membeberkan, kenaikan CHT dalam beberapa tahun terakhir sangat tinggi. Dijelaskannya, disituasi pandemi pada 2020, tarif cukai meningkat rata-rata 23 persen. Selanjutnya tahun 2021 dan 2022 masing-masing naik 12,5 persen, dan pada 2023-2024 tarif CHT naik 10 persen.

Sehingga dalam kurun waktu itu CHT sudah naik rata-rata 67,5 persen,”

imbuhnya.

Benny mengungkapkan, untuk rokok jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) tercatat lebih tinggi. Pada 2020 kenaikan CHT mencapai 32,5 persen, dan total kenaikan dalam kurun waktu yang sama mencapai 89,2 persen.

Akibatnya kenaikan cukai yang sangat eksesif, produksi Industri Hasil Tembakau (IHT) turun drastis. Pada tahun 2019 produksi IHT masih tercatat sebesar 355 miliar batang, angka ini turun menjadi 315 miliar pada tahun 2024 atau rata-rata turun sebesar 2,4 persen per tahun. Penurunan untuk SPM lebih drastis lagi mencapai rata-rata 8,75 persen per tahun dari 15,2 miliar pada tahun 2019 menjadi 9,6 miliar pada tahun 2024,”

jelasnya.

Industri berpandangan, keputusan pemerintah tidak menaikkan tarif CHT juga akan mengurangi peluang tumbuhnya rokok ilegal, yang sekaligus mengurangi peredaran rokok murah.

Sedangkan dari sisi pembukaan lapangan kerja, Benny mengatakan bahwa pihaknya belum berencana menambah tenaga kerja dan memperluas basis produksi.

Kalau untuk menambah tenaga kerja atau investasi baru, belum menjadi rencana kami,”

imbuhnya.

Tag:Bea Cukaicukai rokokHeadlinepurbaya yudhi sadewaTarif Cukai
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Sudah Periksa 80 Lebih Saksi
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi (kanan) didampingi Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (ketiga kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
3
Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
5

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Youtube Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Kenang Saat “Dihajar” Demonstran 1,5 Bulan Gegara Larangan Ekspor Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenang salah satu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 hari lalu
Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta-Bandung. (Sumber: Dok. KCIC)
Ekonomi Bisnis

Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi ‘Bom Waktu’

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up