Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terancam dibekukan karena memiliki citra buruk di mata masyarakat. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pun memberikan waktu setahun agar Bea Cukai berbenah.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, membeberkan sejumlah pembenahan yang telah dilakukan oleh Bea Cukai. Hal ini meliputi peningkatan kinerja hingga menguatkan fungsi pengawasan mulai dari bandara dan pelabuhan.
Menindaklanjuti arahan Presiden dan Menteri Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan pembenahan secara menyeluruh. Upaya perbaikan tersebut mencakup penguatan kultur organisasi, peningkatan kinerja, pelayanan serta penguatan fungsi pengawasan, khususnya di pelabuhan dan bandara,”
ujar Nirwala dalam media gathering Selasa, 30 Desember 2025.
Adapun dari sisi pelayanan, Nirwala menjelaskan bahwa pihaknya mendorong peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, dan melakukan evaluasi dari masukan masyarakat.
Bea Cukai terus mendorong peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, serta menjadikan setiap masukan publik sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan yang berkelanjutan,”
terangnya.
Kemudian dari aspek pengawasan, Bea Cukai meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi, termasuk penguatan sistem pengawasan di kawasan pelabuhan.
Salah satu fokusnya adalah pencegahan praktik under invoicing melalui pengembangan sistem yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI),”
katanya.
Nirwala mengaku, dalam satu satu terakhir juga dilakukan peningkatan di sejumlah hal. Ini diantaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan sarana serta prasarana guna pendukung pengawasan juga terus dilakukan.
Ke depan, pada tahun 2026 Bea Cukai akan melanjutkan agenda perbaikan ini secara konsisten melalui penguatan sistem berbasis teknologi, peningkatan kompetensi pegawai, serta optimalisasi pengawasan dan pelayanan, sebagai bagian dari komitmen reformasi berkelanjutan di lingkungan Bea Cukai,”
imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti, citra buruk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di mata masyarakat, dan pimpinan tertinggi. Dia bahkan tak segan-segan mengancam membubarkan Bea Cukai bila tak kunjung ada perbaikan.
Saya bilang begini, image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius,”
ujar Purbaya di Kompleks DPR RI, Kamis, 27 November 2025.
Bendahara Negara ini mengaku, sudah meminta waktu kepada Presiden Prabowo Subianto, selama setahun untuk bersih-bersih di Bea Cukai. Selama berbenah, ia meminta tidak ada gangguan.
Namun jika tidak ada perbaikan, Purbaya mengatakan bahwa DJBC terancam dibekukan dan dialihkan ke perusahaan swasta asal Swiss, yakni Societe Generale de Surveillance (SGS).
Saya bilang dengan mereka, saya sudah minta waktu ke presiden 1 tahun untuk tidak diganggu dulu, beri saya waktu untuk memperbaiki bea cukai karena ancamannya serius. Kalau kita Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan diganti dengan SGS, seperti zaman dulu lagi,”
tegasnya.
Purbaya mengingatkan, jajaran Bea Cukai agar bekerja dengan baik dan profesional. Pasalnya, ada 16.000 pegawai berada dalam ancaman untuk dirumahkan.
Karena gini saya bilang, kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar dan siap untuk merubah keadaan,”
tandasnya.


