Nilai tukar rupiah terus bergerak fluktuatif di sepanjang 2025, menjelang penutupan tahun rupiah diproyeksi di kisaran Rp16.850 per dolar AS. Bahkan, rupiah diproyeksi menembus level Rp18.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 2026.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pada penutupan tahun di Rabu, 31 Desember 2025 rupiah diperkirakan masih ada di bawah Rp17.000 per dolar AS.
Idealnya di bawah Rp17.000, namun di tengah aktivitas trading yang minim, ada potensi terjadi volatilitas. Namun saya yakin, BI sudah mengantisipasinya dan terus memantau pergerakan rupiah,”
ujar Lukman kepada owrite Selasa, 30 Desember 2025.
Sedangkan untuk tahun depan, Lukman tidak menutup peluang bahwa mata uang garuda akan menembus level Rp17.000 per dolar AS. Tetapi, hal ini akan bergantung pada kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.
2026 ada kemungkinan rupiah menembus Rp17.000. Namun, semua tergantung kembali apakah pemerintah dan BI akan menyesuaikan kebijakan mereka,”
terangnya.
Lukman menjelaskan, peluang tembusnya rupiah di level Rp17.000 disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal. Hal ini diantaranya prospek suku bunga the Fed, geopolitik di laut China Selatan dan Karibia, serta perang di Ukraina.
Perubahan itu akan bisa berdampak besar pada rupiah. Begitu pula kekhawatiran pada AI bubble,”
terangnya.
Rupiah Bisa Tembus Rp18.500
Lukman menilai, dengan kondisi yang penuh ketidakpastian sebenarnya sulit untuk memperkirakan pergerakan rupiah. Kendati demikian, bila tidak ada perubahan berati pada kondisi tersebut, nilai tukar Rupiah diproyeksi akan ada di kisaran Rp16.000-Rp18.500 per dolar AS.
Asumsi tidak ada perubahan yang berarti pada fundamental dan geopolitik dengan posisi macroeconomic saat ini, maka rentang rupiah diperkirakan Rp16.000-Rp18.500,”
imbuhnya.
Sementara itu, Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah pada penutupan tahun melemah di level Rp16.850.
Mata uang rupiah di penutupan hari Rabu kemungkinan melemah di Rp16.850,”
ujar Ibrahim kepada wartawan.
Ibrahim menjelaskan, pergerakan rupiah tidak terlepas dari kondisi geopolitik global dan kebijakan suku bunga Bank Sentral AS atau the Fed. Selain itu, kondisi internal juga memengaruhi pergerakan rupiah.
Ibrahim menilai, banjir di Sumatera utamanya Aceh akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 5,6 persen tidak akan bisa dicapai oleh pemerintah.
Ini yang membuat pasar sedikit apatis pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 itu adalah di 5 persen. Ini yang membuat apa? Arus keluar ya arus modal keluar cukup banyak dan ini yang membuat rupiah mengalami pelemahan,”
jelasnya.
Adapun bila dilihat data Bank Indonesia, perkembangan nilai tukar pada Desember 2025 di kisaran Rp16.600 hingga Rp16.788 per dolar AS.
Pada 1 Desember 2025 rupiah ditutup di level Rp16.668 per dolar AS, dan mata uang garuda terus bergerak pada kisaran tersebut, hingga kemudian di 18 Desember 2025 naik sedikit di Rp16.722 per dolar AS. Tercatat level tertinggi rupiah pada Desember 2025 ditutup sebesar Rp16.790 per dolar AS.
Sementara itu, pada tahun 2026 asumsi target nilai tukar rupiah pemerintah sebesar Rp16.500. Sedangkan dari Bank Indonesia targetnya di kisaran Rp16.430 per dolar AS.
