Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ternyata menarik tambahan dana penempatan pemerintah di perbankan sebesar Rp75 triliun, dari tambahan Rp76 triliun. Menurutnya, penempatan dana pemerintah dengan total Rp276 triliun tidak seoptimal proyeksinya.
Adapun Purbaya pada September 2025 menempatkan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp200 triliun, dan pada November pemerintah menambah injeksi ke perbankan sebesar Rp76 triliun. Ia mengatakan, saat ini sisa penempatan uang pemerintah di bank sebesar Rp201 triliun.
Jadi pelan-pelan kita tarik sedikit ya, sekarang di bank sisanya ada Rp201 triliun yang di perbankan, yang Rp75 triliun kita tarik,”
ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Rabu, 31 Desember 2025.
Purbaya menjelaskan, pihaknya akan membelanjakan dana sebesar Rp75 triliun ini. Dana yang dibelanjakan itu katanya, akan masuk kembali ke dalam sistem sehingga masih akan memberikan dampak positif ke perekonomian.
Jadi dampak dari itu masih ada di sistem, jadi bukan dipinjemin oleh banknya,”
katanya.
Purbaya menyebut, Bank Indonesia (BI) turut mendukung kebijakannya karena uang akan semakin banyak di sistem perekonomian. Dengan itu, Purbaya meminta agar masyarakat tidak perlu takut ekonomi RI akan melambat.
Dua minggu terakhir, bank sentral sudah mendukung kebijakan kami, artinya uang akan semakin banyak di sistem perekonomian. jadi Anda gak usah takut ekonomi kita akan melambat,”
katanya.
Purbaya Akui Penempatan Dana Pemerintah di Perbankan Tak Optimal
Di samping itu, Purbaya mengatakan bahwa dampak dari penempatan dana pemerintah di sistem perbankan tidak seoptimal dugaannya. karena ia menilai, ekonomi RI saat ini belum berjalan cepat.
Dampak kebijakan injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan, itu nggak seoptimal yang saya duga. Harusnya ekonomi lebih lebih cepat, karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan Bank Sentral yang sekarang sudah dibereskan,”
imbuhnya.
Meski demikian, Purbaya masih meyakini ekonomi Indonesia pada tahun depan bisa mencapai 6 persen. Sedangkan pada tahun ini ekonomi secara keseluruhan 2025 akan sebesar 5,2 persen.
2025 kita sekarang masih angka untuk kuartal IV di atas 5,5 persen, full year sekitar 5,2 persen,”
Sebagai informasi, dari total tambahan dana penempatan pemerintah di perbankan sebesar Rp76 triliun, rinciannya diberikan untuk Bank Mandiri sebesar Rp25 triliun, Bank BRI Rp25 triliun, dan BNI senilai Rp25 triliun, dan Bank DKI sebesar Rp1 triliun.


