Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 24 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dibalik Tantrum Trump, Uji Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Konflik AS–Venezuela
Ekonomi Bisnis

Dibalik Tantrum Trump, Uji Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Konflik AS–Venezuela

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 8, 2026 8:58 am
Anisa Aulia
Dusep
Share
Presiden Donald Trump dan Presiden Nicolas Maduro. (Sumber: Unsplash/Library of Congress)
Presiden Donald Trump dan Presiden Nicolas Maduro. (Sumber: Unsplash/Library of Congress)
SHARE

Amerika Serikat (AS) dan Venezuela kini tengah memanas usai Presiden Donald Trump menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer. Tak berselang lama, Trump secara terang-terangan menyatakan bahwa AS akan menguasai minyak Venezuela.

Daftar isi Konten
  • Asumsi Dampaknya ke Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi
  • Dunia Usaha Waspadai Efeknya ke RI
  • Jenis Produk yang di Ekspor dan Impor
  • Respons Pemerintah

Trump mengumumkan, pihaknya akan sementara mengambil alih pemerintahan Venezuela. AS akan terlibat dalam dinamika politik Venezuela yang mencakup tindakan militer lanjutan, hingga pengawasan terhadap industri minyak yang menjadi sektor strategis utama negara tersebut.

Kami akan menjalankan negara ini sampai saat kita bisa melakukan transisi yang aman, layak, dan adil,”

ujar Trump dikutip Rabu, 7 Januari 2026.

Lantas bagaimana dampak konflik tersebut ke perekonomian Indonesia?

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengungkapkan, konflik AS dan Venezuela tidak akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional. Hal itu lantaran hubungan kerja sama kedua negara relatif kecil.

Konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela pada dasarnya tidak memberikan dampak langsung yang besar terhadap perekonomian Indonesia, mengingat hubungan dagang dan investasi bilateral kedua negara relatif sangat kecil,”

ujar Rizal kepada owrite.

Meski begitu, Rizal mengingatkan risiko dampak tidak langsung perlu dicermati oleh Indonesia, utamanya ke harga energi dan sentimen keuangan internasional.

Venezuela kata Rizal, merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Artinya, setiap eskalasi konflik yang berujung pada pengetatan sanksi atau gangguan pasokan, berpotensi mempengaruhi harga minyak global.

Bagi Indonesia sebagai negara net importir minyak, dinamika ini menjadi kanal transmisi utama yang perlu diantisipasi,”

tekannya.

Asumsi Dampaknya ke Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)

Rizal menjelaskan, dari sisi inflasi tekanan nyata datang melalui komponen energi dan logistik. Harga minyak dunia hingga awal 2026 tercatat masih berada di kisaran US$60–US$65 per barel, atau di bawah asumsi ICP dalam APBN 2026 yang dipatok sekitar US$70 per barel.

Artinya, dalam skenario konflik yang tidak berkembang menjadi gangguan pasokan serius, dampaknya terhadap inflasi domestik relatif terkendali,”

terangnya.

Akan tetapi, dalam skenario konflik meningkat dan mendorong harga minyak naik sekitar US$10 per barel atau di atas baseline. Rizal mengatakan bahwa inflasi Indonesia berpotensi naik sekitar 0,3 poin persentase. Hal itu terutama terjadi melalui kenaikan biaya transportasi dan tekanan pada harga yang diatur pemerintah (administered prices).

Risiko inflasi akan jauh lebih besar bila penyesuaian harga energi dilakukan secara luas, bukan melalui skema yang terarah,”

katanya.

Sedangkan dampak konflik ke pertumbuhan ekonomi 2026, Rizal memproyeksikan laju pertumbuhan turun sekitar 0,30 poin persentase. Hitungan penurunan laju pertumbuhan itu terjadi bila kenaikan harga minyak global sebesar US$10 per barel.

Terhadap pertumbuhan ekonomi 2026, dampaknya diperkirakan lebih kecil dibandingkan inflasi, namun tetap bersifat negatif. Artinya, kenaikan harga minyak global sebesar US$10 per barel berpotensi menurunkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,3 poin persentase,”

jelasnya.

Rizal mengatakan, mekanisme itu bekerja melalui kenaikan biaya produksi dan logistik, pelemahan daya beli riil rumah tangga, serta naiknya biaya pendanaan ketika sentimen global memburuk dan rupiah tertekan.

Jika skenario eskalasi konflik yang ekstrim, maka memicu risk-off berkepanjangan dan harga minyak melonjak lebih dari US$20 per barel dimana perlambatan pertumbuhan sangat besar potensinya,”

tuturnya.

Dunia Usaha Waspadai Efeknya ke RI

Pemerintah mitrakan pedagang pakaian bekas dengan UMKM
ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nz

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani mengatakan ketegangan AS dan Venezuela kini diwanti-wanti oleh dunia usaha. Meskipun dampaknya ke perdagangan dan investasi Indonesia secara keseluruhan masih terbatas.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela memang perlu dicermati secara serius, namun juga harus ditempatkan secara proporsional,”

kata Shinta kepada owrite.

Shinta menjelaskan, secara struktur, hubungan perdagangan Indonesia-Venezuela masih relatif kecil dalam konteks total perdagangan nasional, meski dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa tren pertumbuhan yang cukup kuat, terutama dari sisi ekspor Indonesia.

Adapun dari data perdagangan, total perdagangan Indonesia-Venezuela di 2024 tercatat sekitar US$69,2 juta, dengan tren pertumbuhan periode 2020-2024 mencapai 25,4 persen. Pada periode Januari-Oktober 2025, nilai perdagangan meningkat menjadi US$82,7 juta, atau tumbuh 44,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh lonjakan ekspor Indonesia ke Venezuela, yang meningkat dari US$27,7 juta pada 2023 menjadi US$48,8 juta pada 2024, atau tumbuh sekitar 76 persen, dan kembali melonjak pada Januari-Oktober 2025 menjadi US$68,7 juta, atau naik 80,25 persen secara tahunan,”

jelasnya.

Namun, bila dilihat dalam konteks yang lebih luas kata Shinta, posisi Venezuela dalam peta ekspor Indonesia masih tergolong minor. Karena pada 2024, Venezuela berada di peringkat ke-108 dari 201 negara tujuan ekspor Indonesia, dengan pangsa sekitar 0,02 persen dari total ekspor nasional.

Sedangkan di kawasan Amerika Latin dan Karibia, Venezuela menempati peringkat ke-17 dari sekitar 33 negara, atau mewakili hanya sekitar 1,6 persen pangsa ekspor Indonesia ke kawasan tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekspor ke Venezuela cukup tinggi, kontribusinya terhadap kinerja ekspor nasional secara keseluruhan masih sangat terbatas,”

bebernya.

Jenis Produk yang di Ekspor dan Impor

Ilustrasi pekerja
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nz

Shinta menerangkan, komoditas ekspor utama Indonesia ke Venezuela didominasi oleh produk manufaktur dan barang konsumsi. Hal ini diantaranya sabun dan preparat pembersih, kendaraan dan bagiannya, serat stapel buatan, pakaian jadi non-rajutan, serta kertas dan karton.

Lalu dari sisi impor, Shinta mengungkapkan nilainya relatif terbatas sekitar US$20,3 juta pada 2024, dan turun ke US$14,0 juta pada Januari-Oktober 2025. Impor tersebut terutama berupa kakao/cokelat, dan sayuran dengan kontribusi yang sangat kecil terhadap kebutuhan nasional.

Dia mengatakan, neraca perdagangan Indonesia-Venezuela mencatat surplus yang semakin besar, yakni meningkat dari US$7,3 juta pada 2023 menjadi US$28,5 juta pada 2024, dan melonjak menjadi US$54,7 juta pada Januari-Oktober 2025.

Kendati demikian, Shinta mengatakan ada beberapa risiko yang diantisipasi dunia usaha. Hal itu diantaranya tertahannya laju ekspor, mengingat pertumbuhan ekspor yang sangat tinggi dalam dua tahun terakhir sangat bergantung pada stabilitas ekonomi dan daya beli di Venezuela.

Kedua, dari sisi impor, terdapat risiko sektoral tertentu, misalnya pada komoditas kakao, yang meskipun nilainya kecil secara agregat, perlu dimitigasi oleh pelaku usaha terkait melalui diversifikasi sumber pasokan,”

tuturnya.

Respons Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mewaspadai efek konflik AS dan Venezuela. Ia menilai, kondisi itu akan memberikan dampak ke harga minyak dunia.

Airlangga menuturkan, dari hasil monitoring pemerintah, harga minyak dunia dalam satu hingga dua hari lalu tidak mengalami gejolak. Dia menyebut, harga minyak masih rendah di kisaran US$63 per barel.

Itu masih di monitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi harga minyak kita monitor kalau satu dua hari ini pun tidak tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi dan harga minyak relatif masih rendah kan masih sekitar US$63 per barel,”

ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2025.

Airlangga menuturkan, hingga saat ini belum ada antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah, sebab pemerintah masih mewaspadai kondisi tersebut. Begitu juga, kerja sama Indonesia dan Venezuela masih terus dipantau sejalan dengan dinamika politik yang berkembang di negara tersebut.

Tag:Donald TrumpHeadlineinflasiPertumbuhan EkonomiSpillVenezuela
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pusat wisata sekaligus memantau persiapan pengamanan arus balik di Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa, 24 Maret 2026.
Nasional

Tinjau Arus Balik di Bali, Kapolri Instruksikan Mitigasi Cuaca Ekstrem

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan optimal dan memitigasi potensi cuaca ekstrem selama periode arus balik Lebaran 2026. Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolri usai meninjau…

By
Adi Briantika
Ivan
4 Min Read
Ilustrasi mudik lebaran dengan kereta (sumber: PT KAI)
Nasional

Arus Balik Membludak: Tiket KA Jarak Jauh Ludes, Penumpang Tembus 101% dari Kapasitas

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sebanyak 4.195.627 tiket sudah terjual pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Untuk Kereta Api Jarak Jauh tiket yang terjual mencapai 3.616.273 tiket…

By
Anisa Aulia
Dusep
4 Min Read
Alat mengecek darah tinggi.
Kesehatan

Waspada! Penyakit Mengintai Usai Lebaran, Kolesterol dan Gula Darah Melonjak

Lebaran identik dengan hidangan berlemak, bersantan, dan tinggi gula. Pola makan yang berubah drastis selama hari raya, ditambah kebiasaan makan berlebihan, membuat tubuh perlu beradaptasi kembali ke ritme normal. Kondisi…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah
Ekonomi Bisnis

Harga Keekonomian Pertalite Rp15.100 per Liter, Ekonom: WFH 1 Hari Sepekan Tak Banyak Bantu APBN

Pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
13 menit lalu
Ilustrasi Motor Listrik. (Sumber: Unsplash/Ather Energy)
Ekonomi Bisnis

Perang Timur Tengah Kerek Harga BBM, Asosiasi Ojol Minta Subsidi Dialihkan ke Motor Listrik

Memanasnya ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik antara AS-Israel vs Iran…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
2 jam lalu
Ilustrasi kapal tanker pembawa bahan bakar minyak (BBM). (Sumber: Unsplash/Georg Eiermann)
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Balik Arah, Trump Klaim ‘Rem’ Serangan Usai Negosiasi Produktif AS-Iran

Harga minyak dunia anjlok pada perdagangan Senin, usai Presiden Donald Trump menyatakan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekonomi Bisnis

Purbaya Sebut WFH Hemat BBM 20 Persen, Ekonom: Angka Terlalu Besar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, penerapan kebijakan Work From Home (WFH)…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up