Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 5 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Di Balik Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen dan Retaknya Mesin Cipta Kerja RI
Ekonomi Bisnis

Di Balik Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen dan Retaknya Mesin Cipta Kerja RI

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 12, 2026 4:59 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Buruh dan karyawan keluar pabrik melintas di samping patung pendiri Sritex HM. Lukminto di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025).
Buruh dan karyawan keluar pabrik melintas di samping patung pendiri Sritex HM. Lukminto di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). (Sumber: Antara Foto/Mohammad Ayudha/foc)
SHARE

Daya serap tenaga kerja Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi relatif rendah dan menurun saat ini. Padahal, pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja merupakan dua indikator saling terikat erat untuk melihat kondisi perekonomian suatu negara.

Daftar isi Konten
  • Target Pertumbuhan Ekonomi Tak Bisa Serap Tenaga Kerja
  • Digitalisasi Beri Efek Ganda
  • Serapan Tenaga Kerja versi Pemerintah

Pemerintah sendiri pada 2026 membidik pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, dan 5,2 persen pada 2025. Lantas berapa tenaga kerja yang bisa diserap dari target pertumbuhan ekonomi tersebut?

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengatakan secara empiris, daya serap tenaga kerja Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi relatif rendah dan cenderung menurun. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2024-2025, menunjukkan bahwa tambahan angkatan kerja Indonesia berada di kisaran 3,5–3,7 juta orang per tahun, sedangkan penambahan penduduk bekerja sekitar 3,3–3,6 juta orang. 

Pengalaman historis Indonesia menunjukkan, elastisitas tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 0,2–0,3. Artinya, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kurang lebih 250–300 ribu lapangan kerja baru.

Dengan asumsi tersebut, pertumbuhan ekonomi 5,4 persen secara realistis hanya mampu menyerap sekitar 1,3–1,6 juta tenaga kerja, sementara pada pertumbuhan 5,2 persen sekitar 1,2–1,5 juta tenaga kerja,”

ujar Rizal saat dihubungi owrite.

Rizal menilai, angka serapan tenaga kerja 1,3-1,6 juta untuk 2026, dan 1,2-1,5 juta pada 2025 masih jauh di bawah angka tambahan angkatan kerja tahunan. Sebab secara bersih masih menyisakan tekanan pengangguran terbuka, setengah menganggur, dan pergeseran ke sektor informal. 

Fakta bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tidak turun drastis meskipun pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen dalam beberapa tahun terakhir memperkuat kesimpulan ini,”

katanya.

Target Pertumbuhan Ekonomi Tak Bisa Serap Tenaga Kerja

Dengan demikian jelas Rizal, target pertumbuhan 5,2 persen dan 5,4 persen belum cukup secara kuantitatif untuk menyerap seluruh tambahan tenaga kerja Indonesia. Ia menilai, target pertumbuhan itu hanya berfungsi sebagai penyangga agar angka pengangguran tak melonjak.

Pertumbuhan tersebut lebih berfungsi sebagai buffer agar pengangguran tidak melonjak, bukan sebagai instrumen efektif untuk menurunkannya. Tanpa perubahan struktur pertumbuhan menuju sektor yang lebih padat karya dan produktif, gap antara pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja akan tetap melebar,”

ucapnya.

Adapun sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia hingga saat ini adalah pertanian, perdagangan, dan jasa. Dalam hal ini sektor pertanian masih menjadi penopang utama karena mencakup kegiatan yang luas seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, terutama di wilayah pedesaan. 

Sementara itu, sektor perdagangan dan jasa berkembang pesat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, sehingga mampu menyediakan banyak lapangan pekerjaan dengan tingkat keterampilan yang beragam,”

katanya.

Digitalisasi Beri Efek Ganda

Pengunjung memperhatikan perangkat berbasis AI di AI Innovation Hub di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025).
Pengunjung memperhatikan perangkat berbasis AI di AI Innovation Hub di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Raisan Al Farisi/nym)

Di sisi lain, digitalisasi juga memberikan dampak ganda terhadap ketenagakerjaan. Rizal berpandangan, di satu sisi digitalisasi membuka peluang kerja baru di bidang ekonomi digital, teknologi informasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis online.

Di satu sisi, digitalisasi dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada pekerjaan yang bersifat rutin dan manual,”

katanya.

Oleh karena itu, Rizal menilai bahwa digitalisasi tidak secara langsung meningkatkan pengangguran. Namun, hanya mengubah jenis pekerjaan yang dibutuhkan.

Sehingga peningkatan keterampilan dan kemampuan adaptasi menjadi hal yang sangat penting,”

katanya.

Serapan Tenaga Kerja versi Pemerintah

Sementara itu, berdasarkan data terakhir Kementerian Investasi/BKPM, hingga kuartal III-2025 penyerapan tenaga kerja sebanyak 696.478 orang, dari hasil realisasi investasi sebesar Rp491,4 triliun. 

Bila dirinci, kontribusi tenaga kerja dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 246,4 ribu, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 450,1 ribu orang.

Penyerapan tenaga kerja yang dilaporkan adalah 696.478 orang penyerapan tanaga kerja di Indonesia dari hasil investasi kuartal III-2025,”

ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.
Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )
Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )

Di samping itu, berdasarkan data terakhir BPS, jumlah masyarakat Indonesia yang menganggur mencapai 7,46 juta orang per Agustus 2025. Dari total tersebut pengangguran karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 58 ribu.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud mengatakan total pengangguran di Indonesia karena di PHK sebesar 0,77 persen dari total jumlah pengangguran.

Jadi dari total pengangguran sebesar 0,77 persen adalah yang sebelumnya terkena PHK setahun yang lalu,”

ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS.

Edy menjelaskan, sektor yang paling banyak melakukan PHK berasal dari industri pengolahan sebanyak 22,8 ribu, perdagangan 9,7 ribu, serta sektor pertambangan sebesar 7,7 ribu.

Pengangguran yang terkena PHK paling banyak berasal dari industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan,”

jelasnya.

Sedangkan berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan melalui situs Satudata Kemnaker, pekerja korban PHK mencapai 79.302 orang pada periode Januari-November 2025, dari data per Oktober yang sebesar 70.244 orang.

Kemnaker mencatat, tenaga kerja paling banyak terkena PHK pada periode Januari-November ada di Provinsi Jawa Barat sebanyak 17.234 orang, atau 21,73 persen dari total tenaga kerja ter-PHK.

Berikut daftar lima provinsi paling banyak PHK:

  • Jawa Barat: 17.234 orang ter-PHK
  • Jawa Tengah: 14.005 orang ter-PHK
  • Banten: 9.216 orang ter-PHK
  • DKI Jakarta: 5.710 orang ter-PHK
  • Jawa Timur: 4.886 orang ter-PHK
Tag:Berita PentingBPSlapangan kerjaPertumbuhan EkonomiPHKSpillTenaga Kerja
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru, Ini Arahan Prabowo ke Juda Agung

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan, arahan dari Presiden Prabowo Subianto kepadanya. Presiden meminta agar sinergi fiskal dan moneter harus terkoordinasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi. Juda mengaku, posisi…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
Ilustrasi Tambang Martabe di Batang Toru, Sumatera Utara.
Nasional

(Part II) Izin Dicabut, BUMN Masuk: Polemik Martabe dan Masa Depan Iklim Investasi Pertambangan

Prinsip Due Process of Law Sudirman menekankan, bahwa pencabutan izin atau pemutusan kontrak harus berlandaskan prinsip due process of law dalam hukum administrasi, sebagaimana dirumuskan dalam asas-asas umum pemerintahan yang…

By
Iren Natania
Amin Suciady
7 Min Read
Ilustrasi Tambang Martabe di Batang Toru, Sumatera Utara.
Nasional

(Part I) Izin Dicabut, BUMN Masuk: Polemik Martabe dan Masa Depan Iklim Investasi Pertambangan

PT Agincourt Resources (AR) atau biasa dikenal sebagai perusahaan tambang emas Martabe, harus menelan kenyataan pahit setelah izin usaha perseroan dicabut oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Pencabutan itu…

By
Iren Natania
Amin Suciady
9 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekonomi Bisnis

Purbaya Mau Ambil Alih PNM dari Danantara, Buat Apa Ya?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana, mengambil alih salah satu lembaga keuangan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
29 menit lalu
Ilustrasi seorang anak dan ibu di Indonesia. (Sumber: Unsplash/Farel Yesha)
Ekonomi Bisnis

BPS: Jumlah Penduduk Miskin RI Capai 23,36 Juta, Kriteria Pengeluaran Rp641.443 per Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan, garis kemiskinan nasional sebesar Rp641.443 per orang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Kemacetan di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Sumber: Unsplash/Adrian Pranata )
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Tetap Jadi Penopang Utama

Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan atau year…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
5 jam lalu
Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

BPS Klaim Jumlah Pengangguran di RI Turun Jadi 7,35 Juta Orang pada November 2025

Jumlah orang menganggur di Indonesia mencapai 7,35 juta orang pada periode Agustus-November…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up