Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengungkap, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun. Tercatat, ada lima besar negara yang menanam modal di Indonesia, dengan investasi terbesar dari Singapura.
Singapura menjadi negara pertama dengan realisasi investasi terbesar ke Indonesia mencapai US$17,4 miliar, kedua Hong Kong US$10,6 miliar, China sebesar US$7,5 miliar, dan Malaysia US$4,5 miliar, dan Jepang US$3,1 miliar.
Rosan mengatakan, dari realisasi investasi Singapura ini paling banyak di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin peralatannya.
Memang kalau kita lihat mereka Singapura ini dengan nilai US$17,4 miliar atau 30,9 persen, kembali lagi sesuai dengan di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin peralatannya,”
ujar Rosan dalam konferensi pers Jumat, 15 Januari 2025.
Bila dirinci, realisasi PMA sepanjang 2025 posisi pertama dari industri logam dasar, barang logam, bukan mesin serta peralatannya sebesar US$14,6 miliar. Diikuti pertambangan sebesar US$4,7 miliar, jasa lainnya senilai US$4,5 miliar.
Lalu posisi keempat dari industri kimia dan farmasi sebesar US$3,8 miliar. Kemudian terakhir yaitu transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar US$3,3 miliar.
Adapun bila ditotal baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), total investasi yang masuk pertama di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya itu Rp262 triliun, transportasi gedung dan telekomunikasi Rp211 triliun.
Selanjutnya, pertambangan sebesar Rp199,6 triliun, jasa lainnya Rp170 triliun. Perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp140,4 triliun.
Kami melihat nanti nomor lima perumahan dan kawasan industri terutama ini akan meningkat sangat signifikan, kita sudah liat pipeline-nya ini akan meningkat cukup signifikan dan disebabkan karena program bapak presiden yang diterjemahkan oleh Kementerian Perumahan, termasuk juga kawasan industrinya, di tahun ini dan bisa menggeser sektor lainnya,”
imbuhnya.

