Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Keputusan ini akan diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) bulan Januari 2026, yang dilaksanakan hari ini.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, kembali ditahannya BI Rate pada bulan ini lantaran nilai tukar rupiah sedang tertekan hampir menyentuh level Rp17.000 per dolar AS.
Dengan melihat tekanan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati Rp17.000 per dolar AS, saya memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI-Rate di 4,75 persen pada RDG BI bulan Januari ini,”
ujar Josua kepada owrite Rabu, 21 Januari 2026.
Josua menjelaskan, ketika rupiah sedang tertekan, pemangkasan suku bunga justru berisiko menambah tekanan pada kurs. Sebab daya tarik imbal hasil aset rupiah mengecil.






