Pembiayaan kita dorong supaya bisa mendorong berbagai sektor-sektor yang saat ini tentunya membutuhkan likuiditas, dukungan dari digital, dukungan dari teknologi. Karena kalau mendorong sebuah pertumbuhan ekonomi, ini kuat teori kita harus menguasai teknologi, mempunyai financing, dan mempunyai labor,”
tuturnya.
Ketika ditanya, apakah dia optimis terpilih menjadi Deputi Gubernur BI, Dicky mengatakan bahwa ia menyerahkannya kepada Tuhan dan Komisi XI.
Kita serahkan kepada Allah SWT, semuanya Allah yang atur. Kalau soal itu kan masalah makin banyak dari Komisi XI melihat gitu ya. Kalau saya sih pokoknya sudah memadai apa yang kita usahakan, ini adalah upaya terbaik kami,”
tuturnya.
Visi Misi Jadi Deputi Gubernur BI
Adapun dalam paparannya dalam Fit and Proper Test, Dicky memiliki sejumlah visi dan misi. Ia mengambil tema Mengukir Sejarah Kemandirian Digital untuk Indonesia Emas.
Sepenuhnya pemikiran ini kami dedikasikan untuk tambahan tugas Bank Indonesia mendukung target pertumbuhan ekonomi yang sekarang ini digariskan oleh Bapak Presiden dalam program Asta Cita kita upayakan dalam lima tahun ke depan mencapai 8 persen,”
paparnya.
Ia mengibaratkan, ekonomi RI seperti rumah besar yang harus memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Kalau rumah besar tentu pondasinya harus kuat,”
ucapnya.
Ia menjelaskan, pertama yakni membangun pondasi ekonomi nasional yang berdaya tahan dan efisien. Hal ini melalui infrastruktur dalam sistem pembayaran guna mendukung ekonomi keuangan digital kita.
Misi kedua katanya, dengan mengembangkan ekosistem ekonomi keuangan digital yang terpercaya dan inovatif.
Terpercaya itu artinya aman, punya daya tahan. Di sini tentunya kita perlu selalu menggambarkan bagaimana sistem kita ini robust punya fraud detection system, mempunyai kemampuan analytical yang kuat AI kita gunakan banyak sekali yang kita bisa lakukan untuk meyakinkan bahwa sistem pembayaran kita terpercaya dan inovatif,”
jelasnya.
Misi ketiga jelas Dicky, mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif dan berdaulat. Ia menuturkan, hal ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Kita di Bank Indonesia selalu memikirkan bagaimana kita bisa berkontribusi terutama melalui sistem pembayaran. Dari misi dan visi tersebut, kami melihat rumusan kebijakan strategis Bank Indonesia ini harus disinergikan, dikolaborasikan,”
ujarnya.
Adapun untuk visinya, Dicky mengatakan bahwa ia akan membangun ekosistem digital yang berlandaskan infrastruktur sistem pembayaran.
Pondasinya adalah infrastruktur yang par excellence, baik di Bank Indonesia maupun di industri. Tengahnya ini menyimpan kekuatan yang luar biasa dalam pengelolaan ekonomi yaitu data,”
imbuhnya.