Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah akan mereformasi regulasi pasar modal, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dalam dua hari ini.
Hal ini disampaikan Airlangga usai melakukan pertemuan di Kantornya bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala ВКРМ sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani.
Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk mereform regulasi daripada pasar modal, dan kita melihat best practice,”
ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Airlangga menuturkan, terkait dengan gejolak yang dipicu oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), Airlangga mengatakan bahwa otoritas sudah melakukan komunikasi dengan lembaga indeks global itu.
Jadi kita ikuti saja karena itu sudah ada jadwalnya sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya,”
tuturnya.
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penghentian sementara alias trading halt selama dua hari beruntun. Kurang dari 30 menit setelah pembukaan perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, IHSG anjlok 8 persen ke level 7.654.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penyebab anjloknya IHSG pada perdagangan pagi ini masih dipicu oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Iya (karena MSCI). Ada kekhawatiran di downgrade dari Emerging ke Frontier, Goldman Sachs juga downgrade ke underweight,”
ujar Lukman kepada owrite Kamis, 29 Januari 2026.

