Survei Bank Indonesia (BI) melaporkan, tren alokasi pendapatan masyarakat untuk cicilan dan tabungan naik pada Januari 2026. Namun, proporsi pendapatan untuk konsumsi mengalami penurunan pada awal 2026.
BI mencatat, pada Januari 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) sebesar 72,3 persen.
Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi tercatat sebesar 72,3 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 74,3 persen,”
tulis survei konsumen BI Senin, 9 Februari 2026.
Sedangkan untuk proporsi pembayaran cicilan alias utang (debt installment to income ratio) sebesar 11,2 persen. Angka itu naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 10,8 persen.






