Pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh dipastikan akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto bahwa akan membayar utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.
Kepastian ini ditegaskan oleh Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi usai menghadiri Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2026.
Iya (utang Whoosh dibayar pakai APBN),”
ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Prasetyo menuturkan, saat ini teknis mengenai pelunasan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung sedang difinalisasi. Proses negosiasi katanya, dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani.
Belum (selesai), kemarin laporan terakhir rapat di Danantara jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,”
jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar tidak ada keributan atas utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Prabowo menyatakan, akan ikut bertanggung jawab atas utang tersebut.
Nggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya,”
ujar Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat.
Penumpang WNA Whoosh Naik
Sementara itu, di tengah beban utang yang membelit Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PT KCIC mencatat peningkatan signifikan jumlah wisatawan mancanegara (WNA) pengguna Kereta Cepat Whoosh. Di mana periode Januari-Oktober 2025, jumlah penumpang WNA mencapai 335.681 orang, naik 65,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebanyak 203.071 penumpang.
Kemudian bila dilhat secara kumulatif sejak awal operasional pada Oktober 2023, layanan Kereta Cepat Whoosh telah digunakan oleh 600.958 wisatawan asing.
Peningkatan ini sejalan dengan tren pertumbuhan pariwisata Indonesia yang terus menunjukkan kinerja positif di berbagai daerah. Kehadiran Whoosh terbukti memperkuat konektivitas antardestinasi, mempercepat mobilitas wisatawan, dan mendukung pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan di koridor Jakarta–Bandung.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah wisatawan asing menunjukkan semakin kuatnya posisi Whoosh sebagai ikon transportasi modern Indonesia.
Lonjakan penumpang asing menjadi bukti bahwa Whoosh tidak hanya berperan sebagai moda transportasi cepat, tetapi juga sebagai wajah baru pariwisata Indonesia di mata dunia. Wisatawan mancanegara kini dapat menikmati perjalanan yang aman, cepat, dan nyaman antara Jakarta dan Bandung,”
ujar Eva dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Adapun WNA Malaysia menjadi pasar terbesar dengan jumlah penumpang mencapai 264.569 orang atau 44,02 persen dari total wisatawan asing yang telah menggunakan Whoosh. Diikuti Singapura sebanyak 68.470 penumpang (11,39 persen), China 53.892 penumpang (8,97 persen), Jepang 28.881 penumpang (4,81 persen), serta Korea Selatan 19.729 penumpang (3,28 persen).

