Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons, terkait utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sebesar Rp1,2 triliun akan sepenuhnya dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya mengatakan, belum mengetahui secara detail terkait penggunaan APBN untuk membayar utang tersebut. Ia mengatakan berdasarkan informasi terakhir, pembayaran utang menggunakan APBN hanya 50 persen.
Nanti saya belum dipanggil untuk masalah itu, seingat saya sih masih 50:50, tapi saya akan diskusi,”
ujar Purbaya di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Sebagai informasi, sejak dibangun pada 2016 proyek kereta cepat menelan biaya dengan total US$7,2 miliar. Hal ini terdiri atas investasi awal US$6,02 miliar dan pembengkakan biaya (cost over run) US$1,21 miliar.






