Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana untuk membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Hal ini karena dinilai, perbaikan Bea Cukai sudah mulai terlihat.
Purbaya menceritakan, beberapa minggu lalu Prabowo mengadakan rapat di Istana Negara. Biasanya kata Purbaya, presiden selalu menyinggung terkait pembubaran Bea Cukai untuk digantikan dengan Société Générale de Surveillance (SGS), yang merupakan perusahaan surveyor swasta asal Swiss.
Beliau (Prabowo) bilang gini, saya lihat ada perbaikan di sana dan saya yakin kita bisa memperbaiki Bea Cuka sehingga tidak diberikan ke SGS,”
ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Purbaya mengaku, setiap kali diadakan rapat di Istana Negara, ia selalu merasa ‘lemas’ bila sudah disinggung mengenai kinerja DJBC, dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Saya biasanya kalau rapat ke istana, kalau mereka mulai ngomong Bea Cukai sama pajak gue lemes aja,”
tuturnya.
Purbaya menyebut, pembatalan ini merupakan suatu penghargaan atas kinerja yang sudah dilakukan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama dan jajarannya.
Dia pun meminta, perbaikan kinerja juga dilakukan oleh DJP. Meskipun kata Purbaya, realisasi pajak sudah naik pada awal tahun ini tumbuh 30 persen.
Pajak saya pikir tidak bisa perbaiki, ternyata setelah di gebrak-gebrak Januari dan Februari naiknya 30 persen. Itu ucapan Presiden di depan para pemimpin Indonesia, Jadi ini kan kerja sama yang apa, semuanya gerak bareng bukan pajak aja, bukan Bea Cukai aja,”
imbuhnya.
Sebelumnya, Purbaya mengancam akan membubarkan Bea Cukai bila tidak kunjung dilakukan perbaikan. Ancaman ini karena Bea Cukai mendapat citra buruk dari masyarakat dan pimpinan tertinggi alias Presiden Prabowo.
Saya bilang begini, image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius,”
ujar Purbaya.
Bendahara Negara ini mengaku, sudah meminta waktu kepada Presiden Prabowo Subianto selama setahun untuk bersih-bersih di Bea Cukai. Selama ini berbenah, ia meminta tidak ada gangguan.
Namun jika tidak ada perbaikan, Purbaya mengatakan bahwa DJBC terancam dibekukan dan dialihkan ke perusahaan swasta asal Swiss yakni Societe Generale de Surveillance (SGS).
Saya bilang dengan mereka, saya sudah minta waktu ke presiden 1 tahun untuk tidak diganggu dulu, beri saya waktu untuk memperbaiki bea cukai karena ancamannya serius. Kalau kita Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan diganti dengan SGS, seperti zaman dulu lagi,”
tegasnya.


