Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 14 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Bayang-bayang Perang dan Harga Minyak Tinggi, Lebaran 2026 Tak Dongkrak Ekonomi
Ekonomi Bisnis

Bayang-bayang Perang dan Harga Minyak Tinggi, Lebaran 2026 Tak Dongkrak Ekonomi

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 12, 2026 10:09 am
Anisa Aulia
Dusep
Share
Perajin menyiapkan kulit sapi untuk pembuatan bedug di kawasan Tanah Abang, Jakarta.
Perajin menyiapkan kulit sapi untuk pembuatan bedug di kawasan Tanah Abang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/wsj)
SHARE

Mudik Lebaran 2026 diwarnai gejolak perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel vs Iran. Perang ini telah membuat harga minyak melambung tinggi, dan menyebabkan sejumlah negara mengambil langkah penghematan dengan memangkas jam kerja hingga work from home (WFH) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan, harapan ekonomi RI bisa tumbuh tinggi karena ada momentum Ramadan dan Lebaran, tampaknya akan kandas. Hal ini disebabkan karena perang yang terjadi di Timur Tengah.

Saya melihat ada penurunan keyakinan konsumen di bulan Februari, dan nampaknya sedikit menguat di Maret ini. Saya sebenarnya sempat berharap ada kenaikan yang signifikan didorong dari momen Ramadan dan Lebaran, tapi nampaknya isu akhir-akhir ini membuat harapan meningkat signifikan tipis,”

ujar Huda saat dihubungi owrite Kamis, 12 Maret 2026.

Huda menjelaskan, ekspektasi kondisi ekonomi ke depan yang bisa lebih buruk membuat masyarakat menahan daya beli. Ia memperkirakan, masyarakat yang melakukan mudik pada tahun ini tidak akan sebanyak dua tahun lalu.

Ekspektasi kondisi ekonomi ke depan yang bisa lebih buruk membuat masyarakat menahan daya beli masyarakat. Musim mudik kali ini pun saya rasa tidak akan seramai dua tahun lalu. Tingkat okupansi KAI masih rendah, kemarin diumumkan hanya 58 persen, pesawat nampaknya lebih rendah lagi,”

tuturnya.

Menurunnya ekspektasi masyarakat tersebut kata Huda, disebabkan oleh faktor perang yang membuat adanya potensi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. Sehingga, masyarakat akan menahan konsumsi dan mengendurkan belanja.

Masyarakat sudah berebut bensin (panic buying) hingga menahan konsumsi agar bisa bertahan di kemudian hari. Akibatnya, mereka mengendurkan belanja saat ini untuk bersiap di masa depan,”

katanya.

Huda menilai, momentum Ramadan dan Lebaran 2026 tidak akan banyak mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak akan lebih tinggi dari kuartal I-2025 yang sebesar 4,87 persen secara year on year (yoy).

Nampaknya momen Ramadan ditambah Lebaran kali ini tidak banyak mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026,”

ujar Huda.

Adapun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan sebanyak 50,60 persen penduduk Indonesia atau 143,91 juta orang akan melakukan mudik Lebaran pada tahun ini. Sementara itu, pada Lebaran 2025 jumlah orang mudik sebanyak 146,48 juta orang, dan di Lebaran 2024 mencapai 193,6 juta orang, setara dengan 71,7 persen penduduk Indonesia.

Tag:Harga Minyakkeyakinan konsumenLebaranMudikperangPertumbuhan Ekonomi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Update Kasus Ijazah Palsu: Polisi Segera Rilis Keputusan Kelengkapan Perkara Roy Suryo cs
By Rahmat
Roy Suryo Notodiprojo memberikan keterangan kepada wartawan usai sidang uji materi pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/2/2026).
1
Viral Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi”, DPR Bakal Panggil Pihak Terkait
By Hadi Febriansyah
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
2
Harga Emas Antam Melemah pada Rabu, 13 Mei 2026, Buyback Ikut Anjlok
By Syifa Fauziah
Pramuniaga menunjukkan emas Atntambatangan
3
Ramai Soal Larangan Fotokopi e-KTP, Begini Penjelasan Dukcapil
By Ani Ratnasari
Fotokopi e-KTP
4
Prabowo Klaim Juni 2026 Negara Akan Terima Setoran Rp49 Triliun, Uang Apa?
By Rahmat
Presiden Prabowo Subianto
5

BERITA LAINNYA

Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
Ekonomi Bisnis

Pertamina Bangkit di Kalimantan? Produksi Migas PHI Kuartal I-2026 Lampaui Target

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan capaian positif pada Kuartal I-2026 dengan…

dusep-malik
By
Dusep
7 jam lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
Ekonomi Bisnis

Purbaya-Bahlil Resmi Tunda Kenaikan Royalti dan Tarif Bea Keluar Komoditas Tambang, Ini Alasannya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa rencana kenaikan tarif…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
8 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Anjlok Lagi ke Rp17.500, Purbaya Pede Tak Akan Sejelek 1998

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, anjloknya nilai tukar rupiah saat ini…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
8 jam lalu
Ilustrasi belanja online
Ekonomi Bisnis

Kemendag Minta Marketplace Transparan Soal Biaya Admin ke Seller

Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta platform marketplace atau Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE)…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up