Mudik Lebaran 2026 diwarnai gejolak perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel vs Iran. Perang ini telah membuat harga minyak melambung tinggi, dan menyebabkan sejumlah negara mengambil langkah penghematan dengan memangkas jam kerja hingga work from home (WFH) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan, harapan ekonomi RI bisa tumbuh tinggi karena ada momentum Ramadan dan Lebaran, tampaknya akan kandas. Hal ini disebabkan karena perang yang terjadi di Timur Tengah.
Saya melihat ada penurunan keyakinan konsumen di bulan Februari, dan nampaknya sedikit menguat di Maret ini. Saya sebenarnya sempat berharap ada kenaikan yang signifikan didorong dari momen Ramadan dan Lebaran, tapi nampaknya isu akhir-akhir ini membuat harapan meningkat signifikan tipis,”
ujar Huda saat dihubungi owrite Kamis, 12 Maret 2026.
Huda menjelaskan, ekspektasi kondisi ekonomi ke depan yang bisa lebih buruk membuat masyarakat menahan daya beli. Ia memperkirakan, masyarakat yang melakukan mudik pada tahun ini tidak akan sebanyak dua tahun lalu.






