Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bank Indonesia Tahan BI Rate 4,75 Persen di Tengah Perang AS-Israel Vs Iran

Dengan tahan BI Rate maka suku bunga deposit facility tetap sebesar 3,75 persen, dan suku bunga lending facility tetap di 5,5 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Youtube/Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Youtube/Bank Indonesia)

Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di tengah memanasnya perang Amerika Serikat-Israel vs Iran. Sehingga, BI Rate kini tetap di level 4,75 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan dengan keputusan ini maka suku bunga deposit facility tetap sebesar 3,75 persen, dan suku bunga lending facility tetap di 5,5 persen.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen,”

ujar Perry dalam konferensi pers Selasa, 17 Maret 2026.

Perry menjelaskan, keputusan ini diambil untuk memperkuat nilai tukar rupiah akibat dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah.

Iklan

Untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1 persen,”

jelasnya.

Di samping itu, Perry menegaskan bahwa otoritas moneter akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah.

Termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,”

imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan BI, akan menahan suku bunga acuan alias BI Rate di level 4,75 persen. Penahanan ini untuk menahan agar nilai tukar rupiah tidak melemah lebih dalam, di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah.

Untuk RDG bulan ini kemungkinan terbesar suku bunga acuan Bank Indonesia masih dipertahankan di 4,75 persen,”

ujar Josua saat dihubungi owrite Selasa, 17 Maret 2026.

Josua menuturkan, arah kebijakan BI pada bulan Maret 2026 sudah terlihat pada bulan sebelumnya, saat Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa prioritas utama bank sentral saat ini adalah menjaga stabilitas rupiah.

Arah kebijakannya sudah cukup terbaca dari RDG Februari, ketika Bank Indonesia menahan suku bunga dan menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,”

tuturnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.