Bank Indonesia (BI) memperketat aturan pembelian valuta asing (valas) di atas US$50.000. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, dan mulai berlaku pada April 2026.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan, penguatan transaksi valas ini salah satunya dengan menyesuaikan ambang batas atau threshold tunai beli valas terhadap rupiah dari US$100 ribu per pelaku per bulan, menjadi US$50 ribu per pelaku per bulan,
Memperkuat kebijakan transaksi pasar valas yang akan mulai berlaku April 2026 guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,”
ujar Perry dalam konferensi pers dikutip Rabu, 18 Maret 2026.
Kemudian peningkatan threshold jual Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)/Forward dari US$5 juta per transaksi, menjadi US$10 juta per transaksi. Lalu, peningkatan threshold beli dan jual Swap dari US$5 juta menjadi US$10 juta per transaksi.






