Workover merupakan langkah strategis dalam menghadapi penurunan produksi. Dengan pendekatan terukur, kami dapat memulihkan kinerja sumur eksisting agar tetap berkontribusi optimal,”
ujar Djudjuwanto dikutip dari keterangan persnya, Senin, 30 Maret 2026.
Workover sendiri merupakan proses teknis untuk memperbaiki atau meningkatkan performa sumur minyak dan gas yang sudah beroperasi. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan menutup zona produksi lama yang sudah tidak produktif, lalu membuka zona baru pada kedalaman berbeda dalam sumur yang sama.
Sepanjang 2025, strategi ini terbukti memberikan hasil positif. PEP Zona 4 mencatat tambahan produksi sebesar 432 barel minyak per hari (BOPD) dari kegiatan workover.
Tak hanya meningkatkan produksi, intervensi tersebut juga berhasil mengaktifkan kembali sejumlah sumur yang sebelumnya tidak beroperasi, seperti BNG-056, KRG-028, GNK-60, dan KRG-23.
Ke depan, PEP Zona 4 memastikan akan terus mengandalkan strategi ini untuk menjaga performa sumur eksisting sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Sebagai bagian dari Pertamina Hulu Rokan Regional Sumatra Zona 4, PEP mengelola sejumlah wilayah kerja strategis di Sumatera Selatan, termasuk Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, hingga Ramba.
Seluruh operasional tersebut berada di bawah pengawasan SKK Migas wilayah Sumatera Bagian Selatan.