Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Batu Bara dan CPO Jadi Primadona Ekspor, India-Tiongkok Masih Jadi Penyumbang Cuan Terbesar

(BPS) Pudji Ismartini mengatakan selama Januari hingga April 2026, Indonesia mengekspor tiga komoditas strategis tersebut.

Seorang petugas satuan pengamanan melakukan patroli di sekitar kapal tanker berbendera asing yang akan memuat material crude palm oil (CPO) di Dermaga B Curah Cair Pelabuhan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026).
Seorang petugas satuan pengamanan melakukan patroli di sekitar kapal tanker berbendera asing yang akan memuat material crude palm oil (CPO) di Dermaga B Curah Cair Pelabuhan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid /tom.)

Per 1 Juni 2026, ekspor komoditas strategis seperti batu bara, CPO, dan ferro alloy mulai memasuki masa transisi melalui sistem satu pintu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Upaya ini menandai babak baru pengelolaan ekspor sumber daya alam nasional.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengatakan selama Januari hingga April 2026, Indonesia mengekspor tiga komoditas strategis tersebut ke sejumlah negara. Ekspor terbesar batu bara yakni tujuan India, China, dan Jepang.

“Pada Januari hingga April 2026 untuk negara tujuan dengan nilai ekspor batu bara terbesar adalah India, Tiongkok, dan Jepang,”

ujar Pudji dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Rinciannya, ekspor batu bara pada Januari mencapai US$1,82 miliar, Februari mencatat US$1,66 miliar, Maret menyentuh US$2,03 miliar, dan April meraup US$2,07 miliar.

Iklan

Sedangkan RI paling banyak ekspor kelapa sawit ke India, China, Pakistan. Pudji mengatakan ekspor kelapa sawit pada Januari 2026 tercatat US$2,29 miliar, Februari US$2,40 miliar, Maret US$1,42 miliar, dan April US$2,11 miliar.

Adapun untuk negara tujuan ekspor ferro alloy terbanyak ialah China, Korea Selatan, dan India. Pada Januari ekspor komoditas ini mencapai US$1,18 miliar, Februari US$1,18 miliar, Maret US$1,38 miliar, hingga April US$1,41 miliar.

“Untuk negara tujuan ferro alloy ini adalah Tiongkok, Korea Selatan, dan India,”

imbuh dia.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.