Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 2 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pedagang Warteg Ngeluh Harga Sayuran Naik, BPS Ungkap Biang Keroknya
Ekonomi Bisnis

Pedagang Warteg Ngeluh Harga Sayuran Naik, BPS Ungkap Biang Keroknya

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juni 2, 2026 4:46 pm
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
SHARE

Pedagang warung tegal (warteg) mengeluhkan kenaikan sejumlah komoditas sayuran. Situasi ini memaksa para pedagang harus memutar otak agar tetap bisa bertahan.

Daftar isi Konten
  • Produksi Cabai Alami Penurunan
  • Pedagang Ngeluh Harga Bahan Baku Meroket

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini mengungkapkan kenaikan harga sayuran seperti cabai, bawang merah, tomat bersifat faktor musiman. Kenaikan ini disebabkan oleh penurunan produksi, hasil panen, dan peningkatan konsumsi masyarakat. 

Jadi memang komoditas ini masuk ke kelompok harga barang yang bergejolak. Jadi ini bersifat musiman karena adanya hari besar keagamaan diantaranya ini menjadi salah satu pemicu adanya perubahan permintaan di masyarakat,”

ujar Pudji dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Selasa, 2 Juni 2026.
Baca juga:
Impor Migas RI Melonjak 82,5 Persen, Terbanyak dari Nigeria hingga… Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, impor minyak dan gas (migas) pada naik…
Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut, Hanya US$89 Juta pada April… Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar US$89,1 juta…
Mei 2026 RI Inflasi 0,28 Persen, Cabai Merah hingga Tomat… Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar…
  • Impor Migas RI Melonjak 82,5 Persen, Terbanyak dari Nigeria hingga Kazakhstan
  • Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut, Hanya US$89 Juta pada April 2026
  • Mei 2026 RI Inflasi 0,28 Persen, Cabai Merah hingga Tomat Jadi Biang…

Produksi Cabai Alami Penurunan

Berdasarkan catatan BPS, produksi cabai merah di beberapa daerah sentra mengalami penurunan pada Mei 2026, dibandingkan April 2026. Penurunan produksi terjadi di Garut (Jawa Barat), Temanggung (Jawa Tengah), dan Malang (Jawa Timur).

Untuk bawang merah tercatat mengalami penurunan panen di sejumlah sentra produksi yakni Sampang (Jawa Timur), Enrekang (Sulawesi Selatan), Bojonegoro (Jawa Timur), Pati (Jawa Tengah), dan Demak (Jawa Tengah). Penurunan ini disebabkan oleh perubahan cuaca ekstrem, serangan organisme pengganggu tumbuhan, dan kekeringan.

Pudji mengungkapkan, beberapa komoditas sayuran tercatat memberikan andil inflasi secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026. Hal ini diantaranya cabai merah sebesar 0,08 persen, bawang merah 0,04 persen, tomat 0,03 persen, sawi hijau 0,01 persen, serta cabai rawit dan timun masing-masing sebesar 0,01 persen.

Beberapa komunitas sayuran ini memberikan andil inflasi secara mtm pada Mei 2026 ya tadi diantaranya sudah disebutkan untuk cabai merah, bawang merah, kemudian tomat, sawi hijau, cabai rawit, timun,”

imbuhnya.
Ilustrasi cabai rawit merah (sumber: Badan Pangan Nasional)
Ilustrasi cabai rawit merah (sumber: Badan Pangan Nasional)

Pedagang Ngeluh Harga Bahan Baku Meroket

Sebelumnya, Inah, seorang pedagang nasi uduk di Kalideres, Jakarta Barat, mengatakan hampir seluruh harga bahan baku yang biasa ia gunakan naik dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat pengeluaran belanja harian membengkak.

Naik, semua harga pada naik. Cabe, bawang, kentang bisa Rp18 ribu per kilogram. Sekarang belanja enggak banyak, apa-apa juga mahal,”

katanya kepada Owrite.id.

Keluhan serupa disampaikan pedagang warteg, Tini, di daerah Cengkareng, Jakarta Barat. Ia mengatakan harga sayur matang yang sebelumnya masih bisa dibeli dengan Rp3.000, kini pembeli harus merogoh Rp5.000 per porsi.

Sekarang beli sayur lauk-pauk enggak dapet Rp3 ribu, semuanya minimal Rp5 ribu,”

kata Tini.

Tini juga menyorot tingginya harga cabai yang berdampak langsung pada biaya operasional warteg. Demi menekan pengeluaran, ia terpaksa mengurangi porsi cabai dalam sambal gratis untuk pelanggan.

Baca juga:
Hasto Bongkar Kondisi Ekonomi Nasional, Nasib Rakyat Kian Tercekik Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto melontarkan peringatan keras terkait kondisi perekonomian…
Makelar Badal Haji Marak, Mengapa Pemerintah Terkesan Cuek? Maraknya penawaran jasa badal haji dari berbagai pihak nonresmi, mulai memantik kekhawatiran…
Ekonom Ramal Inflasi Indonesia pada Mei 2026 Naik, Ini Salah… Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Mei, pada Selasa besok,…
  • Hasto Bongkar Kondisi Ekonomi Nasional, Nasib Rakyat Kian Tercekik
  • Makelar Badal Haji Marak, Mengapa Pemerintah Terkesan Cuek?
  • Ekonom Ramal Inflasi Indonesia pada Mei 2026 Naik, Ini Salah Satu Gegaranya
Tag:bawang merahBerita PentingBPScabaiHarga PanganHasil Panenpenurunan produksiwarteg
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
2
Rupiah Anjlok ke Level Rp17.892 per Dolar AS Imbas Iran Keluar Meja Perundingan Damai
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
3
Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
4
Bahan Baku Ngamuk: Omzet Nasi Uduk ‘Bocor’ 50 Persen, Sambal Gratis Jadi Korban
By Iren Natania
Warga membeli buah di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

ilustrasi kapal Pertamina.
Ekonomi Bisnis

Impor Migas RI Melonjak 82,5 Persen, Terbanyak dari Nigeria hingga Kazakhstan

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, impor minyak dan gas (migas) pada naik…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 menit lalu
Seorang petugas satuan pengamanan melakukan patroli di sekitar kapal tanker berbendera asing yang akan memuat material crude palm oil (CPO) di Dermaga B Curah Cair Pelabuhan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026).
Ekonomi Bisnis

Batu Bara dan CPO Jadi Primadona Ekspor, India-Tiongkok Masih Jadi Penyumbang Cuan Terbesar

Per 1 Juni 2026, ekspor komoditas strategis seperti batu bara, CPO, dan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
2 jam lalu
Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)
Ekonomi Bisnis

Eks Menkeu Sebut Beban Prabowo Berat, Dipaksa ‘Cuci Piring’ Kerusakan Ekonomi Warisan Jokowi

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier melontarkan kritik keras terkait kondisi ekonomi yang…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut, Hanya US$89 Juta pada April 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar US$89,1 juta…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up