Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 2 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Selat Hormuz Memanas, BBM Indonesia Terancam? Pengamat: Aman Sementara, Tapi…
Ekonomi Bisnis

Selat Hormuz Memanas, BBM Indonesia Terancam? Pengamat: Aman Sementara, Tapi…

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Maret 30, 2026 4:26 pm
Iren Natania
Dusep Malik
Share
Ilustrasi Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar)
SHARE

Harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri diperkirakan masih relatif aman dalam satu hingga dua bulan ke depan, meski dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Selat Hormuz. Namun, risiko kenaikan harga tetap terbuka jika krisis geopolitik berkepanjangan dan harga minyak dunia melonjak.

Pengamat Tambang dan Energi Ferdy Hasiman, menilai kondisi pasokan energi nasional saat ini masih dalam batas aman, terutama karena Indonesia masih memiliki dukungan produksi minyak dalam negeri.

Menurut saya enggak (ada kenaikan harga) untuk 1-2 bulan ya. Cuman kalau lebih dari itu saya enggak (tahu), kalau harga minyaknya udah di atas US$120 saya juga enggak tahu,”

kata Ferdy pada Owrite, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, ketahanan energi Indonesia saat ini ditopang oleh produksi minyak domestik yang mencapai sekitar 600 ribu barel per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 ribu barel dapat diolah menjadi BBM untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Meski demikian, Ferdy mengingatkan bahwa kapasitas tersebut memiliki keterbatasan, terutama jika pasokan impor dari kawasan Timur Tengah terganggu dalam waktu lama.

Diketahui, sekitar 15–20 persen pasokan BBM Indonesia berasal dari jalur Selat Hormuz. Sementara itu, impor LPG nasional bahkan mencapai sekitar 70 persen dan mayoritas berasal dari kawasan yang sama.

Menurut dia, jika gangguan distribusi berlanjut, tekanan terhadap harga energi domestik tidak dapat dihindari, terutama apabila tidak diimbangi dengan kebijakan pengelolaan yang tepat.

Kalau langkah-langkah pengendalian dilakukan pemerintah, sebenarnya engga (kenaikan harga BBM bisa ditekan). Makanya yang paling penting sekarang Indikator ekonomi kita kan bagus, minimal enggak jatuh resesi lah seperti yang orang pengamat-pengamat ekonomi itu (bilang) lebay. Minimal yang paling penting adalah mengolah kerentanan fiskal, jadi tugasnya Menteri Keuangan (Purbaya) menurut saya harus mengolah kerentanan fiskal,”

ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengatur prioritas anggaran dan subsidi secara lebih tepat sasaran. Selain itu, pemerintah dinilai perlu memastikan komunikasi publik yang jelas untuk mencegah kepanikan di masyarakat, seperti panic buying yang justru dapat memperburuk kondisi pasokan.

Hingga kini, pemerintah belum memberikan keterangan rinci terkait dampak langsung tertahannya kapal di Selat Hormuz terhadap harga BBM dalam negeri. Namun, situasi geopolitik di kawasan tersebut terus menjadi perhatian, mengingat perannya sebagai jalur vital distribusi energi global.

Tag:BBMGeopolitikHarga MinyakKapal PertaminapertaminaSelat Hormuz
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
2
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
3
Rupiah Anjlok ke Level Rp17.892 per Dolar AS Imbas Iran Keluar Meja Perundingan Damai
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
4
Bahan Baku Ngamuk: Omzet Nasi Uduk ‘Bocor’ 50 Persen, Sambal Gratis Jadi Korban
By Iren Natania
Warga membeli buah di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

ilustrasi kapal Pertamina.
Ekonomi Bisnis

Impor Migas RI Melonjak 82,5 Persen, Terbanyak dari Nigeria hingga Kazakhstan

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, impor minyak dan gas (migas) pada naik…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 menit lalu
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pedagang Warteg Ngeluh Harga Sayuran Naik, BPS Ungkap Biang Keroknya

Pedagang warung tegal (warteg) mengeluhkan kenaikan sejumlah komoditas sayuran. Situasi ini memaksa…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
22 menit lalu
Seorang petugas satuan pengamanan melakukan patroli di sekitar kapal tanker berbendera asing yang akan memuat material crude palm oil (CPO) di Dermaga B Curah Cair Pelabuhan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026).
Ekonomi Bisnis

Batu Bara dan CPO Jadi Primadona Ekspor, India-Tiongkok Masih Jadi Penyumbang Cuan Terbesar

Per 1 Juni 2026, ekspor komoditas strategis seperti batu bara, CPO, dan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
2 jam lalu
Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)
Ekonomi Bisnis

Eks Menkeu Sebut Beban Prabowo Berat, Dipaksa ‘Cuci Piring’ Kerusakan Ekonomi Warisan Jokowi

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier melontarkan kritik keras terkait kondisi ekonomi yang…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up