Harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri diperkirakan masih relatif aman dalam satu hingga dua bulan ke depan, meski dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Selat Hormuz. Namun, risiko kenaikan harga tetap terbuka jika krisis geopolitik berkepanjangan dan harga minyak dunia melonjak.
Pengamat Tambang dan Energi Ferdy Hasiman, menilai kondisi pasokan energi nasional saat ini masih dalam batas aman, terutama karena Indonesia masih memiliki dukungan produksi minyak dalam negeri.
Menurut saya enggak (ada kenaikan harga) untuk 1-2 bulan ya. Cuman kalau lebih dari itu saya enggak (tahu), kalau harga minyaknya udah di atas US$120 saya juga enggak tahu,”
kata Ferdy pada Owrite, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, ketahanan energi Indonesia saat ini ditopang oleh produksi minyak domestik yang mencapai sekitar 600 ribu barel per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 ribu barel dapat diolah menjadi BBM untuk memenuhi kebutuhan nasional.






