Pemerintah mengklaim harga cabai telah berangsur-angsur turun usai momen Ramadan dan Idul Fitri 2026. Namun, harga cabai dan komoditas pangan lainnya masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP).
Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengatakan memang benar harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting mengalami penurunan. Tetapi, harga cabai rawit merah masih sebesar Rp88.000 per kilogram (kg), dan cabai merah keriting di Rp50.000 per kg.
Artinya, bila mengacu pada HAP cabai rawit merah dan cabai merah keriting masih mengalami kenaikan. Untuk HAP cabai rawit merah di tingkat konsumen sebesar Rp57.000 per kg, cabai merah keriting sebesar Rp55.000 per kg.
Khusus komoditas cabai rawit merah, cabai merah keriting ini betul terjadi penurunan ya, walaupun turunnya ini masih kami anggap masih mahal. Karena penurunan dari Rp120.000 lebih ke Rp88.000 per kilo untuk cabai rawit merah. Kemudian yang cabai merah keriting juga demikian di angka Rp50.000,”
ujar Reynaldi saat dihubungi owrite Selasa, 31 Maret 2026.
Reynaldi menjelaskan, penyebab masih tingginya harga cabai disebabkan oleh tiga faktor berupa cuaca, stok, dan pendistribusian.
Pertama karena cuaca, kedua soal stoknya, dan ketiga terkait pendistribusiannya,”
tuturnya.
Sedangkan untuk harga daging ayam, Reynaldi mengatakan bahwa terjadi penurunan usai Lebaran yakni sebesar Rp46.000-Rp47.000 per kg. Namun, masih ada di atas HAP yang dipatok sebesar Rp40.000 per kg.
Daging sapi juga demikian ya, daging sapi ini kan memang momentum hari raya kemarin sangat digemari. Sehingga harganya masih relatif tinggi hari ini Rp145.000 tertingginya,”
katanya.
Lalu untuk telur ayam, Reynaldi mengaku harga masih stabil tinggi sebesar Rp32.000 per kg. Sebab, untuk HAP telur ayam di tingkat konsumen sebesar Rp30.000 per kg.
Selanjutnya, harga bawang merah sebesar Rp43.500, atau di atas HAP yang sebesar Rp38.000 per kg. Kemudian harga bawang merah sebesar Rp53.000 per kg, atau di atas HAP Rp41.500 per kg.
Jadi memang pasca lebaran ini terjadi penurunan harga komoditas pangan. Namun dua komoditas tadi, cabai rawit merah dan cabai merah keriting itu masih relatif tinggi harganya karena jauh di atas HAP,”
jelasnya.
Reynaldi mendorong pemerintah melakukan upaya mitigasi secepatnya, agar saat memasuki fase Lebaran Idul Adha dan hari besar keagamaan lainnya harga pangan tidak mengalami lonjakan tinggi.
Kami ingin mendorong agar ada upaya untuk memitigasi sebelum memasuki Idul Adha. Idul Adha kan ini tidak dirasa akan memasuki fase-fase hari besar keagamaan lagi, tentu harus ada mitigasi persoalan yang serupa seperti kemarin saat Idul Fitri dan seterusnya,”
imbuhnya.
Pemerintah Klaim Harga Cabai Sudah Turun
Adapun Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan, kondisi harga cabai telah menurun dan mendekati HAP tingkat konsumen. Berdasarkan pantauan di pasar rakyat misalnya di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan dijumpai harga cabai rawit merah telah menyentuh Rp60.000 per kg. Untuk harga cabai merah keriting dibanderol pedagang di kisaran Rp40.000 per kg.
Lalu di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) harga cabai rawit merah ada di rentang Rp45.000 sampai Rp60.000 per kg tergantung kualitasnya. Kemudian harga cabai rawit keriting pun melandai di rentang Rp15.000 sampai Rp25.000 per kg.
Harga relatif bagus. Cabai rawit merah sudah sekitar Rp60.000. Ini turun jadi sangat bagus. Cabai merah keriting sekitar Rp40.000 malahan. Artinya, di sini harga relatif sangat bagus,”
ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangannya.
Di sisi lain, kondisi harga dan pasokan di Pasar Induk Pare Kediri cabai rawit merah berada di rentang Rp33.000 hingga Rp57.000 per kg tergantung kualitasnya. Untuk harga cabai merah keriting juga berada di rentang harga di Rp20.000-Rp22.000 per kg.


