Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia telah mendapatkan pengganti impor minyak dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang sebelumnya diperoleh melalui Timur Tengah.
Awalnya, Bahlil menegaskan terkait cadangan bahan bakar minyak (BBM) baik solar, bensin termasuk avtur dan juga LPG di dalam negeri yang berada di atas standar minimum nasional.
Sekalipun kita tahu ketegangan geopolitik belum tahu kapan selesai, dan beberapa negara lain telah ada kebijakan untuk efisiensi. Kita bersyukur atas petunjuk presiden cadangan BBM kita semua di atas standar minimum nasional,”
kata Bahlil dalam Konfrensi Pers melalui Zoom Meeting, dikutip Rabu, 1 April 2026.
Selain itu, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM dan LPH dalam kondisi aman. Di mana, sebelumnya Indonesia mengimpor 20 persen baik minyak dan LPG dari Timur Tengah kini telah beralih pada wilayah lain.
Ketika ketegangan Timur Tengah, kita mengganti dari middle east. Alhamdulillah sudah dapat, tidak ada keraguan lagi. Kita sudah dapat,”
ujar Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM itu juga membahas mengenai penerapan program mandatori Biodiesel 50 persen (B50), yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun ini. Menurut Bahlil, rencana penerapan B50 diperkirakan akan menciptakan surplus stok gasoil di dalam negeri.
Dengan penerapan B50, maka InsyaAllah pada tahun ini kita akan mengalami surplus untuk solar,”
imbuhnya.



