Harga minyak goreng subsidi, merek Minyakita di Pasar Kemiri Muka, Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 7 Maret 2026, terpantau melonjak signifikan mencapai Rp21.000 per liter.
Harga tersebut diketahui jauh dari harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. HET Minyak Kita di tingkat konsumen akhir sendiri adalah Rp15.700 per liter.
Kenaikan harga minyak sendiri sudah dirasakan sejak jelang Ramadan. Selain harganya yang meningkat, pasokan Minyakita di pasaran juga minim.
Sementara itu, Owrite sempat mendatangi beberapa toko, para pedangan menyebut bahwa pasokan Minyakita di toko-toko tersebut kosong sejak seminggu sebelum Lebaran.
(Minyakita) kosong dari seminggu sebelum Lebaran,”
ujar Wati kepada owrite, Selasa, 7 April 2026.
Wati menambahkan dirinya sudah menanyakan ke pihak Bulog, namun pasokannya memang kosong.
Udah diliat juga di Bulog tapi kosong, katanya abis Lebaran seminggu (mau dikirim), tapi kok nggak dikirim-kirim. Ternyata dari pabriknya kosong,”
ucap Wati.
Wati mengatakan peminat Minyakita masih banyak karena memang lebih murah. Namun sampai saat ini pasokannya belum ada.
Dari pemerintahnya belum ada kita juga nunggu-nunggu, kan biasanya memang diinfo disuruh ambil baru dijemput, tapi belum ada,”
jelasnya.
Wati mengatakan harga minyak dengan kemasan botolan harganya lebih tinggi, karena menggunakan bahan baku Plastic Compound Oil (PCO).
Rupanya plastik itu juga berasal dari minyak jadi muter disitu bahan bakunya, jadi harganya tinggi banget,”
ujarnya.
Pedagang sembako bernama Yanto juga merasakan kelangkaan Minyakita. Yant0 mengatakan pasokan Minyakita kosong sudah sejak lama.
Dari sebulan kosong,”
katanya.
Semantara itu, pedangan bernama Indra masih memiliki stok Minyakita, namun pasokannya menipis.
Di toko miliknya, harga Minyakita Rp21.000, sedangkan minyak curah cukup tinggi, yakni Rp24.000 per liter.
Minyak naik semua. Filma 2 liter Rp43.000, Sania Rp43.000 2 liter, Sunco Rp46.000 2 liter, Minyak Kita Rp21.000 per liter, Tropical yang botol lebih mahal, Rp24 per liter,”
ujarnya Indra.
Indra mengatakan tokonya mengalami penurunan penjualan minyak sebesar 30 persen. Namun kini sudah kembali normal.
Udah normal lagi, karena mau nggak mau orang butuh (minyak) juga kan,”
katanya.
Tak hanya harga minyak, harga plastik di tokonya juga mengalami kenaikan. Terutama kantong plastik yang awalnya dijual Rp11.000 menjadi Rp17.000.
Para pelanggan tetap beli sih, tapi kalau buat jual lagi tuh mereka ngurangin pembelian. Biasanya beli tiga pack, jadi cuma dua, karena emang naik. Ini mah bukan harga naik, tapi ganti harga,”
tandasnya.




