Nilai tukar rupiah dibuka melemah sebesar 0,16 persen atau 27 poin ke level Rp17.131 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi, 13 April 2026. Ambruknya rupiah ini menyusul gagalnya perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup melemah di level Rp17.112 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 10 April 2026.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah pada hari ini. Pelemahan ini disebabkan oleh situasi ketidakpastian di Timur Tengah yang kembali meningkat, karena ancaman Presiden AS Donald Trump.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timur Tengah, menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Senin, 13 April 2026.
Selain sentimen eksternal, Lukman mengatakan pelemahan rupiah hari ini juga berasal dari domestik. Data-data ekonomi yang melemah hingga perkiraan defisit fiskal melewati batas 3 persen menjadi sentimen pendorong pelemahan nilai tukar rupiah.
Dari domestik sentimen juga masih negatif, data-data ekonomi yang lemah, defisit fiskal yang diperkirakan melewati 3 persen, penurunan prospek perkembangan ekonomi oleh Bank Dunia, kekhawatiran penurunan peringkat pasar oleh MSCI dan FTSE,”
jelasnya.
Adapun dengan kondisi ini, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah pada hari ini akan melemah ke level Rp17.050-Rp17.200 per dolar AS.


