Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 10 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / IMF Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat ke 3,1 Persen Gegara Perang
Ekonomi Bisnis

IMF Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat ke 3,1 Persen Gegara Perang

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: April 15, 2026 7:20 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Ilustrasi peti kemas dalam perdagangan global. (Sumber: Unsplash/Haris Illahi)
Ilustrasi peti kemas dalam perdagangan global. (Sumber: Unsplash/Haris Illahi)
SHARE

International Monetary Fund (IMF) memperkirakan, ekonomi global akan melambat pada tahun ini akibat lonjakan harga energi karena perang yang terjadi di Timur Tengah. IMF memproyeksikan, ekonomi global hanya tumbuh 3,1 persen, atau turun dari 3,3 persen dari ramalan Januari. 

IMF dalam Laporan Prospek Ekonomi Dunia terbarunya memperingatkan bahwa gangguan pada pasar minyak dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, memicu inflasi, dan meningkatkan kemungkinan resesi global.

Pesan serius ini disampaikan setelah ekonomi global sebagian besar berhasil melewati pandemi, perang Rusia di Ukraina, dan inflasi yang melonjak tanpa terjerumus ke dalam resesi. Namun, keputusan Presiden Trump untuk memulai perang di Iran telah menghentikan laju ekonomi dunia.

Prospek global tiba-tiba memburuk menyusul pecahnya perang di Timur Tengah. Perang tersebut mengganggu lintasan pertumbuhan yang sebelumnya stabil,”

kata Kepala Ekonom IMF Pierre Olivier Gourinchas dilansir dari The New York Times Rabu, 15 April 2026.

IMF menyatakan, meskipun perang berlangsung singkat, kerusakan pada ekonomi global telah terjadi. Dalam skenario terbaik sekalipun, IMF memperkirakan pertumbuhan global akan turun menjadi 3,1 persen tahun ini dari 3,4 persen pada tahun 2025. 

Proyeksi ini juga lebih rendah dari pertumbuhan 3,4 persen yang telah dipersiapkan IMF sebelum perang pecah dan penutupan Selat Hormuz.

Adapun perkiraan ini dirilis saat para pembuat kebijakan global tiba di Washington untuk pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia. Beberapa minggu yang lalu, pertemuan tersebut diperkirakan akan fokus pada gangguan lain, termasuk ketegangan perdagangan, kecerdasan buatan, dan ketidakseimbangan fiskal internasional. Namun, pertemuan tersebut justru akan didominasi oleh dampak ekonomi dari perang.

Saat pertemuan dimulai pada hari Selasa, Menteri Keuangan Scott Bessent mendesak IMF dan Bank Dunia untuk kembali fokus pada misi inti mereka yakni stabilitas keuangan untuk IMF dan pengentasan kemiskinan untuk Bank Dunia. 

Bessent memuji Bank Dunia karena telah beralih dari ambisinya untuk memerangi perubahan iklim dan menjadi pendukung energi nuklir. 

Namun, Bessent menyarankan agar IMF perlu memberi contoh dan menyingkirkan lapangan golf mereka di Maryland dan lebih fokus pada ketidakseimbangan global.

Penumpukan ketidakseimbangan global secara perlahan setelah kurangnya pertumbuhan berkelanjutan adalah risiko terbesar,”

kata Bessent dalam pertemuan Institut Keuangan Internasional di sela-sela pertemuan musim semi. 

Dunia tidak dapat menerima China dengan surplus perdagangan triliunan dolar,”

sambungnya.

Bessent tidak menyebutkan perang di Iran dan dampaknya terhadap ekonomi global, yang telah membuat IMF dan para pembuat kebijakan di seluruh dunia khawatir.

Sebagaimana diketahui, konflik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak di atas US$100 per barel. Harga gas alam telah melonjak lebih dari 80 persen, dan kenaikan harga pupuk meningkatkan biaya bagi petani.

IMF menjabarkan beberapa skenario tentang bagaimana perang tersebut dapat berdampak secara ekonomi. Kasus yang paling parah melibatkan gangguan terhadap pasar energi yang berlanjut hingga tahun depan. Skenario seperti itu akan menurunkan pertumbuhan global hingga 2 persen dan meningkatkan inflasi hingga 6 persen.

Risiko penurunan sangat besar,”

kata Gourinchas.

Bahkan skenario yang lebih optimis, di mana perang berakhir dengan cepat dan Selat Hormuz dibuka kembali, akan meninggalkan kehancuran ekonomi. IMF memperkirakan bahwa harga minyak akan meningkat sebesar 21,4 persen tahun ini dan harga komoditas energi, yang menurut IMF akan menurun pada tahun 2026, justru akan naik sebesar 19 persen tahun ini.

Tag:Harga MinyakIMFperangPertumbuhan Ekonomiproyeksi ekonomiSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Buntut Pasien BPJS Telantar Berjam-jam: PB IDI Minta Rumah Sakit Diaudit
By Syifa Fauziah
Ilustrasi koridor rumah sakit penuh sesak.
1
Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter Nirempati
By Syifa Fauziah
Ilustrasi kritik sikap nirempati tenaga medis terhadap keluhan pasien BPJS.
2
Popularitas Dedi Mulyadi Tembus ‘Sidratul Muntaha’, Kualitas Hidup Jabar Malah ‘Membumi’
By Rahmat Tunny
Ilustrasi KDM dan kualitas hidup penduduk Jawa Barat.
3
Bukan Sekadar ‘Uji Viral’, Kinerja Dedi Mulyadi Mesti Diuji Lewat Nasib Warga Jabar
By Rahmat Tunny
Ilustrasi Monumen Bandung Lautan Api dan nasib warga Jawa Barat.
4
Sertifikat Prestasi Bukan ‘Tiket Emas’: Rekrutmen Polri Wajib Lewat Seleksi BETAH
By Adi Briantika
Ilustrasi seleksi anggota Polri.
5

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Youtube Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Kenang Saat “Dihajar” Demonstran 1,5 Bulan Gegara Larangan Ekspor Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenang salah satu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 hari lalu
Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta-Bandung. (Sumber: Dok. KCIC)
Ekonomi Bisnis

Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi ‘Bom Waktu’

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 hari lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up