Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Rupiah dibuka ambruk sebesar 0,13 persen atau 22 poin ke level Rp17.404 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan kembali ambruknya rupiah hingga menyentuh level Rp17.400 karena kenaikan harga minyak dunia. Hal ini menyusul tanda-tanda perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu.
Rupiah diperkirakan akan melemah seiring dengan menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia menyusul tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id, Senin, 11 Mei 2026.
Investor Menanti Data Kepercayaan Konsumen
Selain itu dari sisi domestik, pelemahan rupiah juga didorong oleh investor yang menantikan data survei kepercayaan konsumen yang diperkirakan akan turun.
Sedangkan dari domestik, investor menantikan data survei kepercayaan konsumen yang diperkirakan turun dari 122.9 menjadi 122.0,”
jelasnya.
Adapun untuk hari ini, Lukman memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, akan melemah di kisaran Rp17.300-Rp17.400 per dolar AS.
Di sisi lain, terkait peluang rupiah bisa kembali ke level Rp16.000-an di tahun ini, Lukman mengatakan, hal itu bisa terjadi bila perang di Timur Tengah berakhir.
Rupiah bisa kembali, apabila perang di Timur Tengah berakhir dan harga minyak kembali ke level US$70 per barel,”
imbuhnya.


