Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan, pertumbuhan ekonomi dunia 2026 akan melambat sebesar 3 persen, dan inflasi naik menjadi 4,3 persen. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.
Perry mengatakan, gejolak global ini telah memperburuk kondisi dan prospek perekonomian dunia. Pasalnya, penutupan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak melonjak tinggi.
Perkembangan ini mengakibatkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2026 diperkirakan akan lebih rendah menjadi sebesar 3 persen dan tekanan inflasi global meningkat menjadi sekitar 4,3 persen,”
ujar Perry dalam konferensi pers Rabu, 20 Mei 2026.
Kebijakan Moneter Global Ketat
Perry menuturkan, karena kondisi ini respons kebijakan moneter global menjadi lebih ketat. Bahkan sejumlah bank sentral sudah mulai menaikkan kebijakan suku bunganya.







