Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Wacana Ganti LPG ke CNG Dinilai Prematur, IESR Minta Pemerintah Buka Kajian Tekno Ekonomis

Pemerintah diminta tidak terburu-buru menjalankan program penggantian LPG ke CNG rumah tangga kajian menyeluruh biaya dan aspek keamanannya.

Pekerja memasang segel pada tabung gas 12 kg di distributor gas nonsubsidi di Bandung, Jawa Barat
Pekerja memasang segel pada tabung gas 12 kg di distributor gas nonsubsidi di Bandung, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye)

Pemerintah diminta tidak terburu-buru menjalankan program penggantian LPG ke Compressed Natural Gas (CNG) untuk rumah tangga sebelum ada kajian menyeluruh terkait biaya dan aspek keamanannya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Eksklusif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa kepada Owrite pada 19 Mei 2026.

Saya belum melihat pemerintah melakukan kajian tekno ekonomi, jadi apa yang disampaikan sekarang oleh menteri, saya kira pemerintah perlu buat kajian tekno ekonomi,”

katanya.

Ia mengatakan, pemerintah perlu membuka kajian tekno ekonomis kepada publik, agar masyarakat mengetahui total biaya penggunaan CNG, termasuk kebutuhan infrastruktur pendukungnya.

Iklan

“Karena yang murah itukan gasnya, memang gasnya lebih murah daripada LPG tapi kalau misalnya dihitung dengan infrastruktur lain, jaringannya berapa itu?,”

lanjutnya.

Ia menjelaskan, penggunaan CNG membutuhkan investasi besar mulai dari pengadaan tabung khusus bertekanan tinggi, pembangunan stasiun kompresi gas, hingga sistem distribusi dan transportasi yang lebih kompleks.

Pilihan EditorNatania Longdong

Indonesia Siap Tinggalkan LPG, Ini Daftar 53 Perusahaan Penyedia CNG

Mengimpor Tabung CNG

Menurutnya, pemerintah bahkan disebut akan mengimpor tabung CNG dari Tiongkok karena industri dalam negeri belum mampu memproduksi dalam jumlah besar.

Selain itu, ia menilai pemerintah juga belum menjelaskan standar keamanan penggunaan CNG untuk rumah tangga, termasuk standar tabung, regulator, selang, dan tata cara pemakaian di masyarakat.

Fabby menegaskan, pemerintah sebaiknya melakukan uji coba terbatas terlebih dahulu sebelum program diterapkan secara luas.

Harusnya dilakukan uji coba dulu jadi tidak langsung di roll out, tidak langsung di massal kan, tapi mungkin dicoba dulu untuk melihat rancangan keselamatannya seperti apa, handling-nya bagaimana, dan standarnya seperti apa,”

ujarnya.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat menjadi faktor penting karena karakteristik CNG berbeda dengan LPG yang selama ini sudah umum digunakan masyarakat.

Menurutnya, tanpa standar keamanan dan sosialisasi yang jelas, risiko kecelakaan penggunaan CNG akan meningkat.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.