Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 11 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Bahlil Ganti Tabung Gas 3 Kg dari LPG ke CNG, Pengamat: Tak Efisien, Mending Kompor Listrik
Ekonomi Bisnis

Bahlil Ganti Tabung Gas 3 Kg dari LPG ke CNG, Pengamat: Tak Efisien, Mending Kompor Listrik

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 6, 2026 11:45 am
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
SHARE

Rencana penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti LPG tabung 3 kilogram (kg) mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Menurut pakar tambang dan energi, rencana tersebut tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang. Sebab, penggunaan CNG juga dianggap tidak efisien.

Daftar isi Konten
  • Biaya Distribusi CNG ke RI Cukup Besar
  • Kompor Listrik Jadi Solusi

Pengamat tambang dan energi, Ferdi Hasiman, menilai kebijakan menghadirkan CNG memang dapat membantu dalam jangka pendek di tengah tekanan pasokan. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak bisa dijadikan strategi berkelanjutan.

Untuk jangka pendek bagus, bisa membantu menutup kekurangan pasokan. Tapi untuk jangka panjang kita tidak bisa terus-terusan (menggunakan CNG),”

kata Ferdi pada Owrite, Rabu, 6 Mei 2026.

Biaya Distribusi CNG ke RI Cukup Besar

Ia mengklaim, baik LPG dan CNG akan sama-sama mengambil gas dari Amerika Serikat. Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia memiliki bahan baku yang akan digunakan untuk CNG, termasuk gas (C1 dan C2).

Selain itu, Kementerian ESDM juga berhasil menemukan cadangan gas baru sekitar 3.000 miliar meter kubik di Kalimantan Timur.

Meski demikian, Ferdi tetap menjelaskan bahwa jika proyeksinya benar terkait gas CNG yang akan diambil dari Negeri Paman Sam, maka jarak distribusi akan sangat jauh, yang membuat biaya logistik menjadi sangat tinggi. Kondisi ini, katanya, akan membebani neraca perdagangan dan memperbesar tekanan terhadap ekonomi nasional.

Kalau kita ambil CNG dari Amerika, terlalu jauh. Biaya logistiknya tinggi, itu tidak efisien untuk jangka panjang,”

ujarnya.

Selain persoalan biaya, Ferdi juga menyoroti aspek kesiapan infrastruktur dan keamanan. Menurutnya, penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, masih memerlukan kajian mendalam serta uji coba yang matang agar tidak menimbulkan risiko di masyarakat.

Kompor Listrik Jadi Solusi

Di tengah keterbatasan tersebut, Ferdi justru mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan kembali opsi kompor listrik sebagai solusi yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dari sisi pasokan energi listrik yang dapat dioptimalkan.

Saya lebih memilih kompor listrik. Kita punya sumber daya seperti batu bara dan kapasitas listrik yang bisa ditingkatkan. Itu lebih masuk akal untuk jangka panjang,”

jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa pemanfaatan listrik sebagai sumber energi rumah tangga dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar. Selain itu, distribusinya juga dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan rantai logistik yang panjang seperti gas.

Menurut Ferdia, pemerintah seharusnya lebih konsisten dalam merancang kebijakan energi yang berbasis pada kekuatan domestik. Dengan demikian, ketahanan energi nasional dapat terjaga tanpa harus terus bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Harusnya kita dorong energi yang kita punya. Jangan terus ikut pola impor, karena itu tidak menyelesaikan masalah,”

tutupnya.
Tag:Amerika SerikatBahlil Lahadaliabiaya distribusiCNGESDMKompor listrikLPGTabung Gas 3kg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
KPK Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres Suhendrik (ketiga kanan), Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (kedua kanan), dan Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama Elang Sophan Jaya Kusuma (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
1
Ojol Bakal Berstatus UMKM, Bukan Pekerja Formal! Begini Nasib Bonus hingga THR Driver
By Rika Pangesti
Ilustrasi pengemudi ojek daring siap mengantar penumpang di Lebak Bulus, Jakarta.
2
Keracunan MBG Terus Terjadi, JPPI Bongkar Ancaman Serius: Negara Bangun Budaya Impunitas
By Natania Longdong
Sejumlah siswa menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Desa Cot Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Aceh
3
Keyakinan Konsumen RI Merosot pada Juli 2026, Penghasilan dan Lapangan Kerja Disorot
By Anisa Aulia
Pelamar kerja melakukan wawancara secara tatap muka pada bursa kerja bertajuk Job Market Fair 2026 di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Sumber: Antara Foto/Angga Palguna/YU)
4
40.759 Orang Keracunan MBG, Audit Nasional Mendesak: Keselamatan Anak Bukan Bahan Uji Coba!
By Natania Longdong
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026).
5

BERITA LAINNYA

Emas Batangan. (Sumber: Unsplash/Jingming Pan)
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini 11 Agustus 2026: Global dan Antam Kompak Berkilau

Harga emas global naik tiga kali berturut-turut pada Selasa, 11 Agustus 2026…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
21 menit lalu
Pengeboran minyak lepas pantai milik PHI. (Sumber: Dok. Pertamina)
Ekonomi Bisnis

Konflik Timur Tengah Mereda, Harga Minyak RI Dipatok Turun ke US$81,68 per Barel

Pemerintah resmi menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
40 menit lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Loyo ke Rp17.802 per Dolar AS, Investor Menanti Data Penjualan Ritel BI

Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Rupiah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
57 menit lalu
Situasi Bursa Efek Indonesia dan papan IHSG. (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

IHSG Dibuka Melemah 0,19 Persen ke Level 6.353, Intip Proyeksinya Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Selasa pagi, 11 Agustus…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up