Harga emas turun pada hari Jumat, dan menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut. Kondisi ini disebabkan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak yang membuat kekhawatiran inflasi, dan meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga AS.
Dilansir dari CNBC, harga emas spot turun 0,9 persen menjadi US$4.502,59 per ons, setelah sebelumnya turun 1 persen pada awal sesi. Secara mingguan, harga emas turun 0,8 persen. Sedangkan, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,9 persen persen menjadi US$4.502,70 per ons.
Pelaku pasar saat ini seperti kelinci yang terpaku di depan lampu mobil, fokus pada Selat Hormuz dan potensi gangguan rantai pasok secara luas, yang pada akhirnya memicu kekhawatiran inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga,”
ujar analis StoneX, Rhona O’Connell dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.
Ragukan Pembicaraan Damai

Adapun harga minyak naik karena investor meragukan bahwa pembicaraan damai antara AS-Iran, akan menghasilkan terobosan berarti. Di sisi lain, dolar AS bertahan di dekat level tertinggi enam minggu, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.







