Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 21 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Nilai Tukar Rupiah Semakin Nggak Karuan, Apindo Menjerit dan Tahan Ekspansi Bisnis
Ekonomi Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Semakin Nggak Karuan, Apindo Menjerit dan Tahan Ekspansi Bisnis

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 28, 2026 2:41 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani.
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani. (Sumber: X/@apindonasional
SHARE

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, dunia usaha kini sudah tertekan karena pelemahan nilai tukar rupiah. Sejumlah sektor sudah terdampak, dan mulai mengurangi ruang untuk melakukan ekspansi.

Daftar isi Konten
  • Tantangan dan Dampaknya
  • Strategi Dunia Usaha
  • Kredibilitas dan Kepercayaan

Pada perdagangan siang ini Kamis, 28 Mei 2026, rupiah bergerak menuju Rp17.900. Rupiah tercatat melemah 0,45 persen ke level Rp17.880 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan nilai tukar rupiah yang kini mendekati level Rp17.900 per dolar AS tentu menjadi perhatian dunia usaha. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah sejatinya sudah terjadi sejak awal tahun,”

ujar Shinta saat dihubungi Owrite.id Kamis, 28 Mei 2026.
Baca juga:
Rupiah Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, IHSG Malah Menguat… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…
Rupiah Hari Ini Amblas ke Rp17.994 per Dolar AS, Konflik… Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,41 persen ke level 73 persen ke…
IHSG Ditutup Menghijau 1,10 Persen, Rupiah Menguat Rp17.921 per Dolar… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Nilai tukar rupiah kompak ditutup menguat…
  • Rupiah Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, IHSG Malah Menguat 0,91 Persen
  • Rupiah Hari Ini Amblas ke Rp17.994 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah…
  • IHSG Ditutup Menghijau 1,10 Persen, Rupiah Menguat Rp17.921 per Dolar AS 

Pelemahan rupiah terjadi sejak awal tahun 2026, per Januari 2026 rupiah ada di kisaran Rp16.800 per dolar AS, dan mendekati level psikologis Rp17.000 pada akhir kuartal I-2026. Kondisi pelemahan rupiah ini memberikan dampak secara bertahap ke dunia usaha.

Artinya, dunia usaha telah menghadapi tekanan nilai tukar ini secara bertahap selama beberapa bulan terakhir, sehingga dampaknya terhadap sektor riil semakin terasa,”

jelasnya.

Tantangan dan Dampaknya

Shinta menjelaskan, bagi dunia usaha tantangan utamanya bukan hanya pada level nilai tukar, namun pada dampak yang ditimbulkan terhadap biaya produksi, biaya pembiayaan, dan kepastian berusaha. Salah satunya, perusahaan mengurangi ruang melakukan ekspansi.

Dengan ketergantungan impor bahan baku yang masih berada di kisaran 70 persen, pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan cost of goods sold, mempersempit margin usaha, dan mengurangi ruang perusahaan untuk melakukan ekspansi,”

jelasnya.

Ia mengungkapkan, sektor yang terdampak pelemahan nilai tukar rupiah ini diantaranya industri tekstil dan produk tekstil, kimia dan petrokimia, plastik, logam dasar, elektronik, otomotif, serta berbagai sektor yang masih mengandalkan komponen impor dalam rantai produksinya.

Kondisi ini semakin berat karena dunia usaha juga masih menghadapi biaya logistik, energi, serta biaya pembiayaan yang relatif tinggi. Dengan kata lain, saat ini pelaku usaha menghadapi tekanan berlapis atau externally driven cost pressure yang cukup signifikan,”

tegasnya.

Shinta menjelaskan dari sisi aktivitas usaha, dampaknya mulai terlihat melalui penurunan optimisme pelaku industri. PMI manufaktur tercatat kembali masuk zona kontraksi sejak Juli 2025, dan tren penurunan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) menunjukkan bahwa sektor riil sedang menghadapi fase yang lebih menantang. 

Apalagi pelemahan rupiah saat ini jauh lebih dalam dibandingkan posisi pada kuartal I tahun ini ketika sebagian (10 sub sektor) manufaktur tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, dan empat subsektor manufaktur diantaranya alami kontraksi,”

jelasnya.
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran.
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). ( ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)

Strategi Dunia Usaha

Kendati demikian, Shinta mengatakan bahwa dunia usaha masih berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi. Ia mengatakan, banyak dari perusahaan memilih melakukan efisiensi operasional, hiring freeze, pengendalian biaya non-esensial.

Kemudian dunia usaha menunda ekspansi dan investasi baru, diversifikasi pasar, memperkuat penggunaan bahan baku lokal, dan strategi hedging untuk mengelola risiko nilai tukar. 

Fokus utama saat ini adalah menjaga business continuity sekaligus mempertahankan lapangan kerja di tengah tekanan biaya yang meningkat,”

tegasnya.

Kredibilitas dan Kepercayaan

Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kinerja positif 10 Terminal Peti Kemas (TPK) domestik pada Triwulan I 2026 yang mampu melampaui target 100 persen hingga Maret 2026 termasuk TPK Kendari dengan capaian 107,03 persen, meskipun industri logistik global menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik.
Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU)

Shinta mengatakan, saat ini yang dibutuhkan dunia usaha adalah menjaga kredibilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar Indonesia melalui koordinasi kebijakan yang kuat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor riil. 

Ia menilai, pemerintah perlu melakukan langkah konkret untuk menurunkan berbagai komponen ekonomi biaya tinggi yang selama ini membebani dunia usaha.

Stabilitas nilai tukar menjadi sangat penting, namun pada saat yang sama perlu diimbangi dengan langkah-langkah konkret untuk menurunkan berbagai komponen high cost economy yang selama ini membebani dunia usaha, mulai dari biaya logistik, energi, perizinan, hingga cost of compliance yang masih relatif tinggi,”

jelasnya.

Dunia usaha kata Shinta, meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik. Namun dalam situasi saat ini, efektivitas kebijakan stabilisasi juga perlu diimbangi dengan langkah-langkah yang mampu menjaga daya tahan sektor riil. 

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, diperlukan pula kebijakan yang dapat mengurangi tekanan biaya usaha, memperkuat iklim investasi, menjaga kelancaran arus perdagangan dan logistik, serta meningkatkan daya saing industri nasional agar proses stabilisasi ekonomi dapat berjalan tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,”

imbuhnya.
Baca juga:
Purbaya Yakin Rupiah Balik ke Rp17.000 per Dolar AS, Harga… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah bisa kembali ke…
83 Ribu KDMP Berdiri, Apindo Pertanyakan Akuntabilitas dan Standar Pengawasannya Ketua Komite Pengembangan Kewirausahaan, UKM, dan Ekonomi Inklusif DPN Apindo Lishia Erza…
Kehadiran KDMP Jangan Jadi Ancaman, APINDO: Masa 'Warung Lawan Warung’? Ketua Komite Pengembangan Kewirausahaan, UKM, dan Ekonomi Inklusif DPN APINDO Lishia Erza…
  • Purbaya Yakin Rupiah Balik ke Rp17.000 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi…
  • 83 Ribu KDMP Berdiri, Apindo Pertanyakan Akuntabilitas dan Standar Pengawasannya
  • Kehadiran KDMP Jangan Jadi Ancaman, APINDO: Masa 'Warung Lawan Warung’?
Tag:apindoDolar ASDunia usahaNilai TukarPelemahan RupiahRupiahShinta Widjaja Kamdani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Diduga Keponakan Hotman Paris Loncat dari Lantai 46 dan Teka-Teki Pemakaman Malam Hari
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan bertingkat di perkotaan.
1
Fakta Baru Kematian Pengacara yang Diduga Ponakan Hotman Paris, Polisi Beberkan Kronologinya
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi garis polisi. (Sumber: Unsplash/ Ted Balmer)
2
Mbappe Boyong Sepatu Emas, Rodri Bola Emas: Cek Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia 2026!
By Hadi Febriansyah
Daftar peraih penghargaan Piala Dunia 2026.
3
Argentina Kena Kutukan 64 Tahun: Bikin Rekor Ngenes Tanpa Shot on Target di Final Piala Dunia 2026
By Hadi Febriansyah
Kemenangan Timnas Spanyol atas Argentina dalam final Piala Dunia 2026.
4
Gerindra Semprot Hotman Paris, Minta Jangan Seret Nama Prabowo di Kasus Febrie
By Rika Pangesti
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: YouTube BPMI)
Ekonomi Bisnis

Target Hapus Kemiskinan Ekstrem di RI, Prabowo Andalkan PKH hingga Subsidi Energi

Presiden Prabowo Subianto membeberkan jurus yang ditempuh pemerintah dalam menuntaskan kemiskinan di…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin 20 Juli 2026. (sumber: Youtube/Sekretariat Presiden)
Ekonomi Bisnis

Berkali-kali Diramal Kolaps, Prabowo Sebut Ekonomi Indonesia Justru Kian Perkasa

Presiden Prabowo Subianto membantah dengan tegas adanya prediksi yang menyebut Indonesia akan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
9 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: YouTube BPMI)
Ekonomi Bisnis

Prabowo Klaim Berhasil Atasi 110 Masalah dalam 18 Bulan: Kita Rendah Hati, Ojo Dumeh

Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah menyelesaikan lebih dari 100 persoalan nasional sejak…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
10 jam lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, IHSG Malah Menguat 0,91 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up