Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Nilai Tukar Rupiah Semakin Nggak Karuan, Apindo Menjerit dan Tahan Ekspansi Bisnis
Ekonomi Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Semakin Nggak Karuan, Apindo Menjerit dan Tahan Ekspansi Bisnis

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 28, 2026 2:41 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani.
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani. (Sumber: X/@apindonasional
SHARE

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, dunia usaha kini sudah tertekan karena pelemahan nilai tukar rupiah. Sejumlah sektor sudah terdampak, dan mulai mengurangi ruang untuk melakukan ekspansi.

Daftar isi Konten
  • Tantangan dan Dampaknya
  • Strategi Dunia Usaha
  • Kredibilitas dan Kepercayaan

Pada perdagangan siang ini Kamis, 28 Mei 2026, rupiah bergerak menuju Rp17.900. Rupiah tercatat melemah 0,45 persen ke level Rp17.880 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan nilai tukar rupiah yang kini mendekati level Rp17.900 per dolar AS tentu menjadi perhatian dunia usaha. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah sejatinya sudah terjadi sejak awal tahun,”

ujar Shinta saat dihubungi Owrite.id Kamis, 28 Mei 2026.
Baca juga:
Kompak Hijau, IHSG Ditutup Menguat 1,09 Persen dan Rupiah Perkasa… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pada…
Rupiah Menguat ke Rp17.706 per Dolar AS, Waspadai Kabar Tak… Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi, 3 September 2026.…
Rupiah Ditutup Melemah Rp17.763 per Dolar AS, IHSG Merosot 0,06 Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah…
  • Kompak Hijau, IHSG Ditutup Menguat 1,09 Persen dan Rupiah Perkasa Rp17.679 per…
  • Rupiah Menguat ke Rp17.706 per Dolar AS, Waspadai Kabar Tak Baik dari…
  • Rupiah Ditutup Melemah Rp17.763 per Dolar AS, IHSG Merosot 0,06

Pelemahan rupiah terjadi sejak awal tahun 2026, per Januari 2026 rupiah ada di kisaran Rp16.800 per dolar AS, dan mendekati level psikologis Rp17.000 pada akhir kuartal I-2026. Kondisi pelemahan rupiah ini memberikan dampak secara bertahap ke dunia usaha.

Artinya, dunia usaha telah menghadapi tekanan nilai tukar ini secara bertahap selama beberapa bulan terakhir, sehingga dampaknya terhadap sektor riil semakin terasa,”

jelasnya.

Tantangan dan Dampaknya

Shinta menjelaskan, bagi dunia usaha tantangan utamanya bukan hanya pada level nilai tukar, namun pada dampak yang ditimbulkan terhadap biaya produksi, biaya pembiayaan, dan kepastian berusaha. Salah satunya, perusahaan mengurangi ruang melakukan ekspansi.

Dengan ketergantungan impor bahan baku yang masih berada di kisaran 70 persen, pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan cost of goods sold, mempersempit margin usaha, dan mengurangi ruang perusahaan untuk melakukan ekspansi,”

jelasnya.

Ia mengungkapkan, sektor yang terdampak pelemahan nilai tukar rupiah ini diantaranya industri tekstil dan produk tekstil, kimia dan petrokimia, plastik, logam dasar, elektronik, otomotif, serta berbagai sektor yang masih mengandalkan komponen impor dalam rantai produksinya.

Kondisi ini semakin berat karena dunia usaha juga masih menghadapi biaya logistik, energi, serta biaya pembiayaan yang relatif tinggi. Dengan kata lain, saat ini pelaku usaha menghadapi tekanan berlapis atau externally driven cost pressure yang cukup signifikan,”

tegasnya.

Shinta menjelaskan dari sisi aktivitas usaha, dampaknya mulai terlihat melalui penurunan optimisme pelaku industri. PMI manufaktur tercatat kembali masuk zona kontraksi sejak Juli 2025, dan tren penurunan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) menunjukkan bahwa sektor riil sedang menghadapi fase yang lebih menantang. 

Apalagi pelemahan rupiah saat ini jauh lebih dalam dibandingkan posisi pada kuartal I tahun ini ketika sebagian (10 sub sektor) manufaktur tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, dan empat subsektor manufaktur diantaranya alami kontraksi,”

jelasnya.
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran.
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). ( ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)

Strategi Dunia Usaha

Kendati demikian, Shinta mengatakan bahwa dunia usaha masih berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi. Ia mengatakan, banyak dari perusahaan memilih melakukan efisiensi operasional, hiring freeze, pengendalian biaya non-esensial.

Kemudian dunia usaha menunda ekspansi dan investasi baru, diversifikasi pasar, memperkuat penggunaan bahan baku lokal, dan strategi hedging untuk mengelola risiko nilai tukar. 

Fokus utama saat ini adalah menjaga business continuity sekaligus mempertahankan lapangan kerja di tengah tekanan biaya yang meningkat,”

tegasnya.

Kredibilitas dan Kepercayaan

Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kinerja positif 10 Terminal Peti Kemas (TPK) domestik pada Triwulan I 2026 yang mampu melampaui target 100 persen hingga Maret 2026 termasuk TPK Kendari dengan capaian 107,03 persen, meskipun industri logistik global menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik.
Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU)

Shinta mengatakan, saat ini yang dibutuhkan dunia usaha adalah menjaga kredibilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar Indonesia melalui koordinasi kebijakan yang kuat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor riil. 

Ia menilai, pemerintah perlu melakukan langkah konkret untuk menurunkan berbagai komponen ekonomi biaya tinggi yang selama ini membebani dunia usaha.

Stabilitas nilai tukar menjadi sangat penting, namun pada saat yang sama perlu diimbangi dengan langkah-langkah konkret untuk menurunkan berbagai komponen high cost economy yang selama ini membebani dunia usaha, mulai dari biaya logistik, energi, perizinan, hingga cost of compliance yang masih relatif tinggi,”

jelasnya.

Dunia usaha kata Shinta, meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik. Namun dalam situasi saat ini, efektivitas kebijakan stabilisasi juga perlu diimbangi dengan langkah-langkah yang mampu menjaga daya tahan sektor riil. 

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, diperlukan pula kebijakan yang dapat mengurangi tekanan biaya usaha, memperkuat iklim investasi, menjaga kelancaran arus perdagangan dan logistik, serta meningkatkan daya saing industri nasional agar proses stabilisasi ekonomi dapat berjalan tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,”

imbuhnya.
Baca juga:
Destry Damayanti Cetak Sejarah, Resmi Jadi Gubernur BI Perempuan Pertama… Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 oleh…
Rupiah Dibuka Loyo ke Rp17.774 per Dolar AS, Pergerakannya Bakal… Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi, 2 September 2026.…
Rupiah Tertekan ke Rp17.744 per Dolar AS, IHSG Malah Melejit… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berlawan arah…
  • Destry Damayanti Cetak Sejarah, Resmi Jadi Gubernur BI Perempuan Pertama RI
  • Rupiah Dibuka Loyo ke Rp17.774 per Dolar AS, Pergerakannya Bakal Begini Sepanjang…
  • Rupiah Tertekan ke Rp17.744 per Dolar AS, IHSG Malah Melejit 1,14 Persen!…
Tag:apindoDolar ASDunia usahaNilai TukarPelemahan RupiahRupiahShinta Widjaja Kamdani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Arya Wedakarna Hadiri Miss Equality World 2026, Bobon Santoso Gercep Nyentil: “Jabatan Bukan Tiket ke Setiap Panggung”
By Ani Ratnasari
Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna
1
Tiga Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Bulan Ini, Ada Kamu?
By Salsabillah Irwanda
Tiga Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Bulan Ini, Ada Kamu?
2
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
3
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
4
Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran Saatnya Penyegaran, Kapolri dan Jaksa Agung Didesak Diganti
By Rahmat Tunny
Jaksa Agung ST Burhanudin bertemu dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Kejagung.
5

BERITA LAINNYA

Bahan Bakar Avtur
Ekonomi Bisnis

Harga Avtur Naik, Fuel Surcharge Tiket Pesawat Kini Bisa Tembus 40 Persen

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi terhadap kebijakan Fuel Surcharge…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
13 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Soroti Rencana Jakarta Mau Terbitkan Obligasi, Purbaya: Nggak Perlu, Uangnya Kebanyakan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
14 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ogah Jalankan Tax Amnesty: Selama Saya Jadi Menkeu Nggak Ada!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tidak memiliki rencana untuk kembali…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
14 jam lalu
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ekonomi Bisnis

Kompak Hijau, IHSG Ditutup Menguat 1,09 Persen dan Rupiah Perkasa Rp17.679 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pada…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up