Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Danantara Tegaskan Kontrak Ekspor SDA Tetap Jalan Sampai 31 Desember 2026, Asal…

kontrak ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis yang rampung ditandatangani tetap berjalan selama tidak ada praktik underinvoicing.

Wisma Danantara Indonesia. (Sumber: Google/Amalia Ayuningtyas)
Wisma Danantara Indonesia. (Sumber: Google/Amalia Ayuningtyas)

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria, menegaskan bahwa kontrak ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis yang rampung ditandatangani tetap berjalan selama tidak ada praktik underinvoicing.

Hal tersebut menyusul penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis. Dalam aturan ini, ekspor SDA wajib dilakukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Kami juga akan tetap menjalankan kontrak-kontrak yang sudah dimiliki oleh seluruh perusahaan tentu akan berjalan sebagaimana yang mereka miliki, selama itu tidak terjadi tadi yang kita hindari yaitu underinvoicing dan transfer pricing, ini berjalan sebagaimana biasanya,”

kata Dony saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Danantara Bangun Sistem Digital Tata Kelola Ekspor

Saat ini, Danantara sedang membangun sistem digital untuk menopang tata kelola ekspor SDA strategis yang akan dilakukan oleh DSI. Sistem digital ini dinilai akan membuat seluruh transaksi menjadi lebih transparan.

Iklan

Kita sedang men-develop satu sistem digitalisasi untuk memastikan bahwa seluruh transaksi sumber daya alam kita dilakukan secara wajar dan transparan,”

tekannya.
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)

Pengusaha Tak Perlu Khawatir

Dony menegaskan baik pengusaha dan publik tidak perlu khawatir karena kontrak ekspor masih tetap berjalan normal. Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi secara berkala penerapan PP tersebut hingga implementasi penuh pada 31 Desember 2026.

Kami hanya memastikan sampai dengan nanti kami menemukan pola yang lebih baik setelah 31 Desember tahun 2026. Jadi sementara itu yang bisa saya sampaikan. Jadi tidak usah, semuanya dilakukan secara normal dan transparan,”

tutupnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.