Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 10 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pertamax Naik 32 Persen: Tahukah Anda UMKM Kini Jadi Korban ‘Beban Bisu’ yang Mematikan?
Ekonomi Bisnis

Pertamax Naik 32 Persen: Tahukah Anda UMKM Kini Jadi Korban ‘Beban Bisu’ yang Mematikan?

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Juni 10, 2026 11:30 am
Rahmat Tunny
Adi Briantika
Share
Pengamat Ekonomi, Febryan Wishnu.
Pengamat Ekonomi, Febryan Wishnu. Doc: Owrite.id
SHARE

Di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan tekanan ekonomi yang menguat, pemerintah memutuskan untuk menaikan harga BBM non-subsidi. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menambah beban jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Pengamat ekonomi sekaligus pelaku ekonomi kreatif, Febryan Wishnu, berkata pemerintah terlalu sering melihat persoalan BBM dari sudut pandang fiskal semata, tanpa memahami dampak berantai yang dirasakan pelaku usaha.

Melonjak 32 Persen, Harga Pertamax Mulai Hari Ini Dijual Rp16.250 per Liter

UMKM bukan sekadar penonton yang menerima dampak kebijakan, melainkan pihak yang paling merasakan langsung setiap kenaikan biaya operasional.

UMKM bukan sekadar penerima dampak pasif dari kebijakan BBM. Mereka adalah aktor ekonomi yang hidupnya bergantung langsung pada stabilitas biaya operasional, dan kenaikan BBM non-subsidi menyentuh hampir setiap lapisan biaya yang mereka tanggung,”

kata Febryan kepada Owrite.id, Rabu, 10 Juni 2026.

Dikatakan Febryan, pemerintah memiliki alasan fiskal dalam menyesuaikan harga BBM non-subsidi mengikuti mekanisme pasar, dan pergerakan harga minyak dunia. Namun, pendekatan tersebut sering kali gagal menangkap realitas yang terjadi di tingkat pelaku usaha kecil.

Logika fiskal dan logika lapangan adalah dua hal yang sering kali tidak berbicara dalam bahasa yang sama,”

tegas dia.

Febryan mencontohkan, pelaku usaha kuliner skala kecil yang kini menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, biaya bahan baku terus naik akibat mahalnya distribusi, sementara di sisi lain kemampuan belanja konsumen justru melemah.

Baca juga:
BBM Pertamax Tembus Rp16.250, DPR Ingatkan Efek Berantai ke Harga… Pertamina menaikkan harga dua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai…
Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Purbaya Klaim Dampaknya Minim… PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi…
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter, Ekonom: Konsumen Bakal… Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per…
  • BBM Pertamax Tembus Rp16.250, DPR Ingatkan Efek Berantai ke Harga Pangan
  • Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Purbaya Klaim Dampaknya Minim ke Inflasi
  • Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter, Ekonom: Konsumen Bakal Hijrah ke…

Akibatnya banyak pelaku usaha tidak memiliki ruang untuk menaikkan harga jual produknya meski biaya produksi terus membengkak.

Dia tidak bisa menaikkan harga jual, sementara biaya produksi naik. Margin yang sudah tipis makin tergerus. Ini bukan keluhan dramatis, ini adalah matematika usaha yang sangat nyata,”

jelas dia.

Febryan juga mengkritik anggapan yang kerap muncul, bahwa kenaikan BBM non-subsidi tidak berdampak pada masyarakat kecil. Narasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Tidak lama lagi akan ada narasi bahwa ‘BBM non-subsidi tidak menyentuh rakyat kecil.’ Itu tidak sepenuhnya benar,”

ucap dia.

Meski tidak membeli BBM non-subsidi secara langsung, pelaku usaha kecil tetap harus menanggung efek berantai yang muncul di sepanjang rantai pasok. Karena itu ia meminta pemerintah tidak berhenti hanya pada program kredit usaha rakyat (KUR) yang selama ini selalu dijadikan solusi utama setiap kali UMKM menghadapi tekanan ekonomi.

Baca juga:
Pertamax Naik 32 Persen, Ini Sederet 'Dosa' Kebijakan yang Bikin… Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengkritisi keputusan PT Pertamina Patra…
Efek BI Rate Naik: Rupiah Mulai 'Berotot', Hajar Dolar AS… Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,81 persen atau 146 poin ke level…
Melonjak 32 Persen, Harga Pertamax Mulai Hari Ini Dijual Rp16.250… PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi…
  • Pertamax Naik 32 Persen, Ini Sederet 'Dosa' Kebijakan yang Bikin Kelas Menengah…
  • Efek BI Rate Naik: Rupiah Mulai 'Berotot', Hajar Dolar AS ke Level…
  • Melonjak 32 Persen, Harga Pertamax Mulai Hari Ini Dijual Rp16.250 per Liter

Pemerintah harus membangun paket kebijakan penyerta yang serius. Bukan sekadar memperluas KUR lalu berhenti di situ,”

ucap Febryan.

Ia mengusulkan sejumlah langkah konkret, seperti subsidi logistik untuk produk UMKM, digitalisasi rantai pasok, hingga kebijakan stabilisasi harga bahan baku yang lebih responsif terhadap gejolak pasar.

Kalau itu tidak ada, maka kenaikan BBM non-subsidi ini hanya akan menjadi beban bisu yang perlahan-lahan mematikan usaha kecil dari dalam,”

tutur Febryan.
Tag:BBMbbm non subsidiFebryan WishnufiskalHargapertamaxUMKM
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Melonjak 32 Persen, Harga Pertamax Mulai Hari Ini Dijual Rp16.250 per Liter
By Natania Longdong
BBM Pertamina Jenis Pertamax resmi naik Jadi Rp16.250 per liter. (Sumber: Owrite/Hadi Febriansyah)
1
Edison Ajak Keponakan Ambil Jatah Proyek “Jaga Hubungan Baik” Pemkab Muara Enim
By Rahmat Baihaqi
Bupati Muara Enim Edison berada di mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
2
Shin Tae-yong Resmi ke Persija, Begini Respons Erick Thohir
By Hadi Febriansyah
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir
3
Pertamax Naik 32 Persen: Tahukah Anda UMKM Kini Jadi Korban ‘Beban Bisu’ yang Mematikan?
By Rahmat Tunny
Pengamat Ekonomi, Febryan Wishnu.
4
Trump Balas Iran, Harga Minyak Langsung Meroket! Pasar Global Ketar-Ketir
By Anisa Aulia
Data pergerakan kapal di selat hormuz.
5

BERITA LAINNYA

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut B. Pandjaitan. (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)
Ekonomi Bisnis

Luhut Bongkar Rencana Besar Prabowo, Bansos Rp5,4 Juta Langsung Cair ke Rekening Warga

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, membeberkan bahwa pemerintah berencana…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
48 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Purbaya Klaim Dampaknya Minim ke Inflasi

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
BBM Pertamina Jenis Pertamax resmi naik Jadi Rp16.250 per liter. (Sumber: Owrite/Hadi Febriansyah)
Ekonomi Bisnis

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter, Ekonom: Konsumen Bakal Hijrah ke Pertalite

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
Ilustrasi dibuat oleh AI.
Ekonomi Bisnis

Pertamax Naik 32 Persen, Ini Sederet ‘Dosa’ Kebijakan yang Bikin Kelas Menengah Jadi Korban!

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengkritisi keputusan PT Pertamina Patra…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up