Kenaikan harga BBM non-subsidi kembali memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional. Di tengah pemerintah yang masih menonjolkan inflasi rendah sebagai indikator stabilitas ekonomi, justru adanya bahaya lebih besar yang sedang mengintai di balik angka-angka tersebut.
Pengamat ekonomi sekaligus pelaku ekonomi kreatif, Febryan Wishnu, menilai inflasi yang terlihat terkendali tidak selalu menjadi kabar baik bagi perekonomian. Menurutnya, masyarakat perlu lebih kritis membaca kondisi ekonomi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Angka inflasi yang terlihat terkendali bukan otomatis berarti ekonomi kita sedang baik-baik saja. Ini adalah kerancuan berpikir yang berbahaya, dan sayangnya, kerancuan ini sering kali hadir dalam komunikasi publik resmi pemerintah,”
kata Febryan kepada Owrite.id, Jumat, 12 Juni 2026.
Peringatan itu muncul ketika masyarakat mulai menghadapi dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM non-subsidi, yang berpotensi mendorong kenaikan biaya transportasi, distribusi barang, hingga ongkos produksi pelaku usaha.







