Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Salim Ivomas Diduga Manipulasi Ekspor Sawit, Ini Respons Resminya

Bloomberg melaporkan Kejagung memeriksa sejumlah bankir Maybank Indonesia dalam penyelidikan dugaan praktik underinvoicing ekspor sawit.

Petani memetik tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat panen di Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Selasa (2/6/2026).(Sumber: Antara Foto/Syifa Yulinnas/tom)
Petani memetik tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat panen di Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Selasa (2/6/2026).(Sumber: Antara Foto/Syifa Yulinnas/tom)

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) merespons terkait dugaan pemeriksaan pegawai PT Bank Maybank Indonesia Tbk, yang dikaitkan dengan transaksi Salim Ivomas.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen mengaku belum mendapat informasi dari Maybank, sehingga Perseroan belum dapat memberikan konformasi ada tidaknya keterkaitan dengan transaksi atau aktivitas ekspor.

Perseroan belum mendapatkan informasi atau konfirmasi resmi dari Maybank terkait hal tersebut sehingga Perseroan juga tidak dapat memberikan konfirmasi mengenai ada tidaknya keterkaitan dengan transaksi atau aktivitas ekspor Perseroan,”

kata manajemen dikutip Senin, 15 Juni 2026.

Pemberitaan Tak Pengaruhi Kinerja Perusahaan 

Manajemen mengatakan, tidak ada dampak material yang ditimbulkan dari pemberitaan terhadap kegiatan operasional hingga keberlangsungan usaha Perseroan.

Iklan

Tidak ada dampak material dari pemberitaan tersebut terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan Perseroan atau kelangsungan usaha Perseroan,”

tulis manajemen.

Manajemen kembali menegaskan, tidak ada informasi atau kejadian penting secara material yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha serta harga saham Perseroan yang belum diungkap ke publik.

Adapun Bloomberg melaporkan bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah memeriksa sejumlah bankir Maybank Indonesia dalam penyelidikan dugaan praktik underinvoicing ekspor kelapa sawit yang melibatkan Grup Salim.

Menurut sumber Bloomberg, penyidik memfokuskan pemeriksaan pada transaksi yang berkaitan dengan aktivitas ekspor PT Salim Ivomas Pratama. Para bankir Maybank Indonesia disebut membawa sejumlah dokumen ke kantor Kejagung pada pekan lalu untuk mendukung proses pemeriksaan.

10 Perusahaan Manipulasi Faktur

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, ada 10 nama perusahaan crude palm oil (CPO) alias minyak sawit yang melakukan manipulasi faktur perdagangan atau underinvoicing. Ia menyebut, perusahaan itu berskala besar.

Pernyataan ini disampaikan Purbaya saat datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Purbaya yang menenteng map mengatakan, ia membawa daftar perusahaan CPO ‘nakal’, dokumen itu dibawanya sebagai antisipasi bila Presiden Prabowo Subianto nantinya bertanya.

Ini buat jaga-jaga kalau ditanya nanti jangan sampai nggak bisa. Ini ada beberapa catatan perusahaan CPO yang mana yang lakukan manipulasi harga. Jadi kalau ditanya saya akan jawab,”

ujar Purbaya Kamis, 21 Mei 2026.

Purbaya memberikan contoh, manipulasi harga ekspor oleh perusahaan CPO. Misalnya saja, ada salah satu perusahaan melakukan ekspor ke Amerika Serikat (AS) dengan nilai US$2,6 juta, sedangkan nilai sebenarnya di AS sebesar US$4,2 juta. 

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.